Menyoal Susu yang Tak Dipaksakan Masuk Program Makan Bergizi Gratis

INFORMASI.COM, Jakarta - Susu ternyata jadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pasalnya, minuman pelengkap kebutuhan gizi itu masih banyak impor.
Alhasil, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono memilih untuk tidak memasukkan susu dalam program era pemerintah Prabowo Subianto itu. "Jika memang kita harus mengimpor, lebih baik kita menggantinya dengan produk protein lain seperti telur dan ayam," kata Sudaryono, pekan lalu.
Dia pun punya solusi untuk mengurangi ketergantungan impor susu. Kata Sudaryono, pihaknya memilih untuk mendatangkan sapi hidup.
Apa Saja Manfaat Minum Susu Setiap Hari?Dari situ, lanjut dia, negara dapat menghemat devisa yang biasanya dikeluarkan untuk membeli bahan dari luar negeri. Selain itu, kebijakan ini juga dapat mendorong peningkatan produksi domestik, baik dalam hal daging, susu, maupun pangan lainnya.
Menanggapi rencana itu, Pengamat Ekonomi, Didik J. Rachbini menilai, impor untuk program Makan Bergizi Gratis harus diminimalisir karena dapat menguras devisa dan melemahkan perekonomian.
"Jika kita terus-menerus mengimpor, ekonomi kita akan semakin lemah. Sebaiknya anggaran pemerintah digunakan untuk produk dalam negeri agar ekonomi kita bisa tumbuh," tegas Didik kepada Fakta.com pada Selasa (20/8/2024).
Jokowi Larang Produsen Susu Formula Kasih Diskon dan Pasang IklanMenurutnya, program pemerintah seperti MBG yang berasal dari dana pemerintah harus digunakan untuk dalam negeri agar perekonomian tumbuh.
Sebagai informasi, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia A. Widyasanti mengungkapkan, impor susu yang masuk dalam kode HS0401 secara year on year mengalami penurunan 48,22%. Sementara secara month to month hingga Juli 2024 juga turun 61,58%.
"Namun secara kumulatif, impor susu naik 7,63%," kata Amalia saat rilis kinerja Ekspor-Impor.
Sementara itu, impor susu yang masuk kode HS0402 secara year on year naik 0,05%, tapi month to month turun 3,25%. "Secara kumulatif impor susu yang masuk HS0402 ini juga menurun 14,37%," ujarnya.
Komentar (0)
Login to comment on this news