Termasuk Nila, RI Mau Jual Berbagai Ikan ke Rusia

INFORMASI.COM, Jakarta - Indonesia tengak menjajaki kerja sama sektor perikanan dengan Rusia. Dalam hal ini, pemerintah telah memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia, termasuk ikan Nila yang sempat disinggung potensinya oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Dalam Konferensi Pers, Selasa (24/9/2024) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan hasil pertemuan Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono dengan pemerintah Rusia minggu lalu. Di antaranya adalah penjajakan kerjasama perdagangan di bidang perikanan.
“Kehadiran Indonesia dengan KKP di sana menjadi satu langkah strategis dalam rangka mengakselerasi penyelesaian kesepakatan kerja sama, peningkatan ekspor, promosi investasi, penambahan registrasi eksportir baru, kemudian juga peluang kerja sama ilmiah maupun teknik modernisasi serta hal-hal lain,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistiyo
Budi menuturkan, produk perikanan Indonesia ke Rusia masih defisit sehingga peningkatan ekspor ke Rusia perlu didorong. Ditinjau dari pangsa pasarnya terhadap Rusia, Indonesia hanya menyumbang 1,5% saja dari total pangsa pasar Rusia di tahun 2023.
Atas catatan tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-12.
Sayang Banget, Produksi Ikan Nila Malah Merosot saat Permintaan TinggiBudi juga menyampaikan, penjajakan kerja sama ini merupakan momentum yang baik, mengingat banyak negara yang menerapkan restriksi dagang kepada Rusia. Dalam hal ini, salah satu kuncinya adalah mengakselerasi kerja sama antar kedua negara.
Dalam penjajakan kerja sama tersebut, Indonesia memperkenalkan berbagai produk unggulannya, termasuk ikan Nila yang sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo.
“Nila sudah diinformasikan ke sana,” kata Budi.
Seperti diketahui, dalam peresmian tambak ikan Nila di Karawang pada awal Juli lalu, Jokowi mengungkap permintaan global ikan Nila sangat besar, bahkan tahun ini saja mencapai US$14,4 miliar atau sekitar Rp230-an triliun menurutnya.
KKP Klaim Industri Susu Ikan Bisa Serap Ratusan Ribu Tenaga KerjaSementara itu, Budi menuturkan akan mempercepat penyelesaian MoU antar kedua negara. Tidak sebatas MoU saja, Budi mengatakan ke depan akan lebih banyak memperkenalkan produk perikanan Indonesia, salah satunya melalui business matching.
“Business forum dan business matching akan kami lakukan dalam waktu ke depan lebih intensif lagi,” pungkas Budi.
Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini mengungkap akan mengintensifkan penjaminan sistem pengendalian mutu di seluruh pelaku usaha mulai dari hulu sampai ke hilir.
“Jadi itu yang akan nanti kita bina supaya produknya ini keberterimaannya tentu di Rusia dalam hal ini bisa lebih meningkat,” kata dia menjelaskan.
Komentar (0)
Login to comment on this news