- Home
- Ekonomi
- Jadi Fokus Pemerintahan Prabowo, Bagaimana Dampak Program Makan Bergizi Gratis ke Saham?
Jadi Fokus Pemerintahan Prabowo, Bagaimana Dampak Program Makan Bergizi Gratis ke Saham?

INFORMASI.COM, Jakarta - Kebijakan pemindahan sebagian subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke program makan bergizi gratis menjadi sorotan utama.
Pada awal pemerintahan Prabowo Subianto, kebijakan pemindahan sebagian subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama
Kebijakan ini mencerminkan arah baru sektor investasi yang berbeda dari fokus infrastruktur di masa awal pemerintahan Joko Widodo.
Tak Hanya Makan Bergizi Gratis, Ini Beberapa Program Prioritas PrabowoMenurut Head of Capital Market Research Infovesta, Wawan Hendrayana, pemerintahan Prabowo berencana untuk mengalihkan sebagian anggaran subsidi BBM kepada program MBG akan mendongkrak sektor barang konsumsi, karena meningkatnya permintaan terhadap produk-produk makanan dan minuman bergizi.
Meskipun ada potensi peningkatan di sektor consumer goods, Wawan menekankan pentingnya melihat lebih jauh daripada mengikuti <i>hype</i> awal yang mungkin ditimbulkan oleh kebijakan baru.
"Investor biasanya kembali memperhatikan tiga faktor utama dalam memilih saham, yaitu fundamental perusahaan, prospek bisnis ke depan, dan likuiditas saham," kata Wawan saat di Bursa Efek Indonesia ke awak media, Senin (2/9/2024).
Mengacu pada pengalaman di masa pemerintahan Joko Widodo, ketika fokus pada infrastruktur di awal masa jabatan kemudian memudar, perhatian investor kembali beralih ke sektor-sektor yang menunjukkan kekuatan fundamental dan potensi pertumbuhan.
Wawan menekankan respons pemerintahan Prabowo terhadap persaingan antara Amerika Serikat dan China juga harus diwaspadai dan hati-hati.
KKP Dorong Susu Ikan Masuk Program Makan Bergizi Gratis“Pendekatan yang seimbang sangat diperlukan untuk memastikan Indonesia tidak dirugikan,” jelas Wawan.
Adapun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang baru saja diumumkan juga menunjukkan optimisme bahwa pemerintahan Prabowo mampu menjaga pertumbuhan ekonomi setidaknya di level 5%.
Dengan demikian, meski sektor barang konsumsi terdongkrak dari kebijakan MBG, perhatian investor tetap harus terjaga pada kebijakan ekonomi dan dampak jangka panjangnya terhadap pasar saham.
Komentar (0)
Login to comment on this news