- Home
- Hiburan
- Mengenal Gendang Guro-Guro Aron, Kesenian Masyarakat Karo yang Bisa Jadi Ajang Cari Jodoh
Mengenal Gendang Guro-Guro Aron, Kesenian Masyarakat Karo yang Bisa Jadi Ajang Cari Jodoh

INFORMASI.COM, Jakarta - Pernahkah kamu mendengar kesenian bernama Gendang Guro-Guro Aron? Kesenian itu berasal dari masyarakat Batak Karo, salah satu etnis Suku Batak.
"Guro-Guro Aron itu adalah kesenian di Batak Karo," ujar Ketua Panitia Gendang Guro-Guro Aron Permata Runggun GBKP Cijantung, Alfred Eduardo Junico Sebayang, dalam acara "Gendang Guro-Guro Aron GBKP Cijantung" di Jakarta, Sabtu (9/11/2024).
Alfred berkata kesenian ini pada mulanya ditujukan untuk menghibur para pekerja di ladang. Kesenian Gendang Guro-Guro Aron diikuti oleh pemuda dan pemudi yang masih single alias belum menikah.
"Untuk acara senang-senang. Ketika sudah capek-capek bekerja di ladang. Jadi, habis selesai kerja, ini hiburan mereka," kata dia.
Tak Hanya Pererat Silaturahmi, Tetapi Juga Ajang Cari Jodoh
Penetua GBKP Cijantung, Andreas Sembiring, berkata Gendang Guro-Guro Aron merupakan bagian pesta panen tahunan masyarakat Karo. Selain mempererat hubungan masyarakat, kesenian tradisional itu juga bisa menjadi ajang pencarian jodoh.
"Sebetulnya, intinya di situ, ajang pencarian jodoh, supaya mereka bertemu dan menjalin hubungan," kata dia.
Makanya, tak mengherankan kalau para muda-mudi yang mengikuti acara ini juga didampingi oleh orang tua mereka.
"Orang tua bisa kenal bibit, bebet, dan bobot (calon pendamping anaknya)," kata dia.
Kesenian ini menampilkan perkolong-kolong (penyanyi) serta Tari Lima Serangkai yang dibawakan oleh lima pasang pemudan dan pemudi.
Andreas berkata, dulu kesenian ini diiringi oleh alat musik tradisional, yaitu Gendang Lima Sedalanen. Sekadar informasi, Gendang Lima Sedalanen adalah ansambel musik tradisional Karo yang terdiri atas lima perangkat alat musik tabuh.
Seiring perkembangan zaman, kesenian Gendang Guro-Guro Aron diiringi oleh keyboard.
"Tapi, di keyboard dimasukkan nada-nada lima (gendang) tadi," kata dia.
Komentar (0)
Login to comment on this news