Sejarah Panjang Jeans, dari Pakaian Pekerja Tambang hingga Tembus Industri Fashion

INFORMASI.COM, Jakarta - Jeans memiliki sejarah yang panjang di industri fesyen. Semula, jeans merupakan pakaian bagi para pekerja kasar.
Lalu, busana itu naik kelas dan makin naik daun setelah dipopulerkan oleh sejumlah artis ternama.
Penasaran seperti apa sejarah jeans dari pakaian penambang hingga tembus industri fesyen? Yuk simak informasinya, dikutip dari Byrdie, Sabtu (23/11/2024).
20 Mei 1873: Kelahiran Jeans
Pertengahan tahun 1800-an, baju terusan pinggang alias dungaree merupakan pakaian yang pakaian paling digemari. Seorang penjahit bernama Levi Strauss, menciptakan celana denim dengan paku logam untuk menciptakan pakaian yang tahan lama dan cocok bagi penambang.
1920-1930
Jeans semakin populer di kalangan penambang, koboi, dan buruh. Celana ini "naik daun" setelah diperkenalkan melalui film-film Barat.
1950: Jadi Pakaian Gaul dan Simbol Pemberontakan
Jeans menjadi pakaian gaul yang digandrungi generasi muda. Ini menjadi barang wajib bagi anak muda yang ingin masuk dalam kelompok pertemanan “keren”.
James Dean dan Marlon Brando, dua aktor populer Amerika Serikat pada tahun 1950-an, ikut mempopulerkan gaya denim dengan menggunakannya dalam film mereka.
Selain itu, jeans juga digunakan sebagai simbol modis untuk melawan status quo yang berujung pada reaksi keras pihak sekolah yang melarang siswanya memakai jeans karena dianggap sebagai simbol pemberontakan.
1960: Budaya Hippie
Frasa "peace, love, and bellbottoms" merujuk kepada budaya hippie yang populer pada 1960-1970. Budaya ini menjadi budaya tandingan yang menentang norma sosial arus utama, mendukung perdamaian, cinta, dan kebebasan berekspresi.
Celana bellbottoms adalah celana jeans dengan desain lebar di bagian bawah. Pakaian ini dianggap mewakili penolakan terhadap pakaian terstruktur sebagai bentuk ekspresi diri.
1970: Ikon Fashion Amerika
Kali ini, giliran para wanita yang mempopulerkan tren fashion jeans seperti Farrah Fawcett dan Lauren Hutton dari Charlie's Angel. Pada era ini, celana jeans dengan siluet ramping dan kaki lurus, rok denim, dan rompi menjadi item fesyen paling digemari.
Kemudian, Catherine Bach yang memerankan karakter "Daisy Duke" dalam serial televisi The Dukes of Hazzard, turut mempopulerkan celana jeans dengan potongan super pendek. Celana ini kerap dipanggil dengan Daisy Dukes.
1980: Tren Desainer Denim
Era ini denim adalah tren fesyen utama bagi para perancang busana. Merek termasuk Calvin Klein, Jordache, dan Gloria Vanderbilt merupakan desainer denim yang paling didambakan kelompok anak muda pada masa itu.
Dalam budaya pop, jeans desainer dianggap sebagai simbol sejati seniman pop.
Selain itu, tren stonewash, acid wash, jeans robek, dan potongan kaki lebih ramping yang meruncing di bagian pergelangan kaki juga mulai menjadi sangat populer.
1990: Jeans Besar dan Gombrong

Setelah jeans ketat, munculah jeans dengan potongan ukuran ekstra. Model ini menjadi tren setelah kultur grunge dan hip-hop bangkit.
Model ini membuat penggunanya nampak seperti menggunakan celana dengan ukuran dua kali lebih besar daripada seharusnya, semakin besar dan longgar dianggap semakin modis.
Selain jeans gombrong, jeans dengan aksen robek dan berpinggang tinggi (mom jeans) mulai banyak dipakai.
2000: Jeans dengan Pinggang Ekstra Rendah
Britney Spears dan Christina Aguilera adalah beberapa selebritas yang mempopulerkan jeans ultra low rise.
Berbeda 180 derajat dengan mom jeans, jeans dengan potongan pinggang ekstra rendahlah yang banyak digandrungi di dekade ini.
Selain ultra low-rise, jeans capri retro juga kembali populer di pertengahan akhir tahun 2000-an.
2010: Jeans Ketat (Skinny Jeans)
Kala itu, festival musik mulai semakin populer. Tempat yang semulanya hanya menjadi tempat incaran para pecinta musik kini berubah menjadi perkumpulan para pecinta fesyen.
Pergeseran budaya pop ini membuka jalan bagi lahirnya festival pakaian.
Ada banyak item fesyen jeans yang nyaman untuk digunakan di festival musik, seperti terusan denim, jumpsuit, dan romper. Namun, tren yang paling menonjol adalah jeans ketat atau skinny jeans.
Skinny jeans lahir dari hasil inovasi teknologi denim stretch, yang kemudian menjadi gaya favorit yang bisa dikenakan untuk berbagai keperluan mulai dari bekerja hingga berkencan.
Masa Kini: Modis dan Nyaman
Fesyen denim terus menuju ke arah yang lebih bervariasi. Sebagian orang memprioritaskan sisi modis, sedangkan sebagian lainnya memprioritaskan kenyamanan.
Baik potongan ketat maupun longgar sama-sama digemari. Jeans berpinggang rendah hingga tinggi dan potongan lurus kembali menjadi tren.
(Penulis: Yasmina Shofa)
Komentar (0)
Login to comment on this news