Gejolak Semangat Pemuda Pertahankan Kemerdekaan dalam Film Kadet 1947

INFORMASI.COM, Jakarta – Menonton film sejarah bisa menjadi salah satu opsi untuk mengisi waktu luang kamu. Selain mendapatkan hiburan, kamu juga bisa sambil belajar sejarah masa lampau.
Salah satu film sejarah Indonesia terbaru adalah Kadet 1947. Film besutan Rahabi Mandra dan Aldo Swastia ini tayang pada 25 November 2021 lalu. Film ini adalah drama sejarah Indonesia yang mengisahkan perjuangan sekelompok pemuda pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
5 Film yang Bakal Tayang Tahun 2025, Ada yang Jadi Incaranmu?Dengan latar belakang yang berdasarkan peristiwa nyata, film Kadet 1947 membawa penonton ke masa-masa penuh gejolak di awal kemerdekaan Indonesia.
Menurut penelusuran Informasi.com dari berbagai sumber, Rabu (1/12/2024), film Kadet 1947 berlatar belakang peristiwa Agresi Militer I. Yaitu, saat sejumlah kadet penerbang Indonesia melancarkan serangan terhadap markas militer Belanda di tiga daerah di Jawa Tengah.
Serangan udara tersebut merupakan tanggapan terhadap Agresi Militer Belanda I yang dimulai dengan penyerangan terhadap kekuatan udara Republik Indonesia di Pangkalan Udara Maguwo, dikutip dari laman Benteng Vredeburg.
Dalam menjalankan penyerangan tersebut, enam kadet ini menggunakan pesawat jenis Guntei dan Cureng. Guntei dan Cureng adalah pesawat warisan Jepang yang dilengkapi dengan peralatan sederhana, tanpa lampu dan radio. Modifikasinya melibatkan penambahan mekanisme untuk melepaskan bom yang tergantung di kedua sayap, di mana setiap sayap membawa bom seberat 50 kg.
Suharnoko Harbani memimpin serangan di Ambarawa menggunakan pesawat yang dilengkapi senapan mesin, sementara Sutardjo Sigit menyerang Salatiga dengan pesawat yang dilengkapi bom-bom dan senapan udara.
5 Rekomendasi Film yang Bisa Jadi Tontonan Akhir Pekan, Apa Saja?Sementara itu, Mulyono dan Dulrachman, sebagai kadet penerbang, diperintahkan menyerang Semarang menggunakan pesawat pengebom “Driver Bomber” Guntei berkekuatan 850 daya kuda. Pesawat ini, dengan kecepatan jelajah 265 km/jam, membawa bom 400 kg dan dilengkapi dengan 2 senapan mesin di sayap serta satu di bagian belakang penerbang.
Serangan ini berhasil dan ketiga pesawat kembali ke Pangkalan Udara Maguwo sebelum jam 6 pagi. Keberhasilan ini berhasil meningkatkan semangat dan kepercayaan diri bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.
(Penulis: Daffa Prasetia)
Komentar (0)
Login to comment on this news