- Home
- Internasional
- AS Kirim Sistem Pertahanan THAAD, Israel Klaim Mau Serang Iran?
AS Kirim Sistem Pertahanan THAAD, Israel Klaim Mau Serang Iran?

INFORMASI.COM, Jakarta - Amerika Serikat dilaporkan tengah mengerahkan senjata sekaligus tentara untuk memperkuat pasukan pertahanan Israel. Pengerahan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan brutal dari Iran sebagaimana yang terjadi pada 1 Oktober lalu.
Senjata yang dikirim merupakan sistem pertahanan anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Adapun 100 tentara AS yang ikut serta ke Israel merupakan para pengoperasi sistem pertahanan THAAD.
"(THAAD) untuk membantu memperkuat pertahanan udara Israel setelah serangan Iran terhadap Israel pada 13 April dan 1 Oktober," kata Pentagon pada Minggu (13/10/2024).

Ini bukan pertama kali AS mengerahkan sistem pertahanan THAAD ke Israel. Pada Maret 2019, AS juga diketahui mengerahkan THAAD sebagai bagian dari latihan pertahanan bersama. Namun, masih belum jelas apakah pengerahan THAAD oleh AS ke Israel kali ini akan bersifat permanen.
Sistem THAAD, yang akan dioperasikan oleh personel AS di Israel, dirancang untuk mencegat rudal balistik pada ketinggian yang tinggi, yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Israel, menurut saluran tersebut.
THAAD, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, adalah senjata defensif yang dimaksudkan untuk mencegat rudal balistik pendek dan menengah di ketinggian yang cukup tinggi.
Produsen senjata tersebut mengeklaim bahwa THAAD adalah satu-satunya sistem AS yang didesain untuk mencegat target baik di dalam maupun di luar atmosfer.
Sebelum THAAD, pertahanan udara Israel mengandalkan tiga sistem; Arrow untuk jarak jauh, Sling David untuk jarak menengah, dan Iron Dome untuk jarak pendek, yang semuanya gagal mencegat banyak rudal Iran selama serangan baru-baru ini.
Namun, suara berbeda datang dari Israel. Radio Militer Israel, sebagaimana dilaporkan Anadolu, justru mengklaim pengiriman THAAD dari Amerika Serikat sebagai persiapan respons Israel terhadap terhadap serangan rudal Iran.
Kabar yang sama dilaporkan Channel 12 yang mengonfirmasi militer Israel terkait kemungkinan aksi balas dendam terhadap Iran. Tentara Israel dilaporkan sedang menyiapkan aksi balas dendam Israel, dan tengah "memutuskan jenis respons terhadap Iran." Meskipun waktu pastinya belum ditentukan.
Pada 1 Oktober, Iran meluncurkan serangan yang melibatkan sekitar 180 rudal, yang dilaporkan sebagai balasan atas pembunuhan mantan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh, bersama pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan pejabat Garda Revolusi Abbas Nilforoushan di Teheran.
Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa serangan rudal tersebut menyebabkan kerusakan terhadap beberapa pangkalan udaranya dan mengindikasikan bahwa persiapan aksi balasan terhadap Iran sedang berlangsung.
Iran membela serangan rudalnya, mengutip Pasal 51 Piagam PBB, yang mengizinkan negara-negara anggota untuk menggunakan kekuatan untuk membela diri setelah serangan bersenjata. (ANT/Anadolu/NPR/The Times of Israel)
Komentar (0)
Login to comment on this news