- Home
- Internasional
- Mengenal BRICS, Organisasi yang Dilirik Indonesia
Mengenal BRICS, Organisasi yang Dilirik Indonesia

INFORMASI.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengungkapkan niat Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri KTT BRICS di Kazan, Rusia, pada Kamis (24/10/2024).
Lalu, apa itu BRICS?
Dikutip dari BRICS Portal, Jumat (25/10/2024), nama BRICS berasal dari singkatan Brasil, Rusia, India, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Afrika Selatan. Kelima negara itu merupakan pendiri BRICS. Organisasi ini didirikan untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, terutama ekonomi.
Inisiatif pembentukan BRICS diprakarsai oleh Rusia. Pertemuan pertama kelompok negara ini diadakan pada 20 September 2006 di New York, saat sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, yang diusulkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri dari Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India menyatakan minat untuk meningkatkan kerjasama multilateral. Lalu pada tahun 2008, pertemuan-pertemuan penting diadakan di Yekaterinburg, yang mencerminkan kesepakatan bersama tentang isu-isu pembangunan global.
Di bawah kepemimpinan Rusia, KTT BRIC pertama kali diadakan pada 16 Juni 2009, menghasilkan pernyataan bersama untuk mempromosikan dialog dan kerjasama yang lebih baik antar negara anggota.
Pertumbuhan Ekonomi BRICS
Ada beberapa hal yang menjadi pondasi pengaruh mereka di kancah internasional. Sebagai contoh, kekuatan ekonomi negara anggota BRICS yang tumbuh pesat dan salah satu penggerak ekonomi global.
Kemudian, jumlah penduduk yang banyak dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah menjadi dasar pengaruh organisasi ini di kancah internasional.
Pada tahun 2013, BRICS menyumbang sekitar 27% dari PDB global-dalam hal paritas daya beli mata uang nasional mereka. Total populasi BRICS adalah 2,88 miliar atau 42% dari seluruh populasi global). Kemudian, luas kelima negara meliputi 26% daratan di planet.
Kerja Sama Internasional dan Organisasi
Negara-negara BRICS merupakan anggota berpengaruh dari berbagai organisasi internasional, termasuk PBB, G-20, dan Gerakan Non-Blok. Kerja sama mereka dibangun di atas prinsip-prinsip yang disepakati, seperti keterbukaan, pragmatisme, solidaritas, dan netralitas terhadap pihak ketiga.
BRICS memiliki sistem kerja sama yang terstruktur, termasuk pertemuan puncak tahunan dan berbagai pertemuan sektor lainnya. Pertemuan-pertemuan ini mencakup diskusi tentang keamanan, keuangan, pertanian, dan teknologi, serta kolaborasi antara lembaga-lembaga nasional.
Fokus dan Prioritas Bersama
Antara tahun 2009 hingga 2016, BRICS memfokuskan upayanya pada isu-isu regional, Misal, konflik di Libya dan Suriah, serta program nuklir Iran.
Mereka juga berusaha untuk melakukan reformasi di lembaga keuangan internasional, seperti IMF dan Bank Dunia, serta membentuk Mekanisme Kerja Sama Antarbank BRICS.
Inisiatif Terbaru
KTT BRICS ke-6 di Fortaleza pada 2014 menghasilkan Perjanjian tentang Bank Pembangunan Baru dan Pengaturan Cadangan Kontinjensi BRICS, yang bertujuan untuk memperkuat dukungan keuangan bagi negara-negara anggota.
Pada tahun-tahun berikutnya, kerja sama di bidang energi, perdagangan, dan kesehatan terus diperkuat, dengan berbagai perjanjian sektor ditandatangani di setiap KTT.
Komentar (0)
Login to comment on this news