- Home
- Internasional
- Juru Bicara Hizbullah, Muhammad Afif Tewas dalam Serangan Israel di Beirut
Juru Bicara Hizbullah, Muhammad Afif Tewas dalam Serangan Israel di Beirut

INFORMASI.COM, Jakarta - Serangan udara Israel yang menargetkan sebuah gedung di pusat kota Beirut menewaskan juru bicara Hizbullah, Mohammad Afif, Minggu (17/11/2024).
Dikutip dari Arab News, Senin (18/11/2024), Afif tewas bersama rekannya, Mahmoud Al-Sharqawi, yang juga berada di markas besar Partai Ba'ath Sosialis Arab di daerah Ras Al-Nabaa, Beirut.
Gedung tersebut, yang telah lama digunakan oleh Partai Ba'ath, merupakan sasaran pertama serangan udara Israel di kawasan ini sejak mereka melancarkan operasi militer di Lebanon.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut juga melukai tiga orang lainnya. Tim medis yang berada di lokasi melaporkan adanya lebih banyak darah yang terlihat di bawah reruntuhan gedung, dan mereka sedang berusaha menyelamatkan korban yang terjebak di dalam.
Serangan Israel di Beirut Lebanon Tewaskan 23 Orang, Termasuk Anak-anakSerangan ini menandai ketiga kalinya Beirut menjadi sasaran dari serangan udara Israel sejak operasi militer Israel diperluas ke Lebanon.
Sebelumnya, serangan yang ditargetkan kepada sejumlah pemimpin Hizbullah, termasuk kepala unit koordinasi Wafiq Safa pada Kamis (10/10/2024) dan serangan terhadap pusat ambulans Hizbullah di Bachoura, telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Afif, yang merupakan anggota pendiri Hizbullah sejak 1983, telah bertanggung jawab atas media Hizbullah sejak 2014. Dia mengelola beberapa outlet media besar Hizbullah, seperti Al-Manar TV dan Al-Nour radio.
Serangan pada hari Minggu kemarin juga menyasar beberapa kawasan padat penduduk di Beirut, termasuk lingkungan Ain Al-Rummaneh dan Chiyah, yang menyebabkan kerusakan besar pada bangunan perumahan dan fasilitas umum.
Gereja-gereja seperti Our Lady of Salvation di Hadath dan Mar Mikhael di sekitarnya juga rusak parah.
Menurut laporan, gelombang serangan berikutnya juga menargetkan area lain seperti Burj Al-Barajneh dan Sfeir, dengan klaim dari militer Israel bahwa serangan ini bertujuan menghancurkan infrastruktur militer dan Hizbullah.
Sementara itu, di Lebanon selatan, militer Israel melancarkan serangan yang menewaskan dua tentara Lebanon dan menyebabkan beberapa lainnya terluka parah.
Militer Lebanon mengutuk serangan ini, yang disebut menargetkan posisi mereka secara langsung di wilayah Al-Mari, dekat Hasbaya.
Serangan Israel di Lebanon selatan Tewaskan 3 JurnalisPerdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, menyampaikan penghormatan kepada para tentara yang gugur, dan mendesak untuk menghentikan agresi Israel di wilayah Lebanon.
Di tempat lain di Lebanon, serangan Israel juga meluas ke daerah-daerah seperti Chabriha di distrik Sidon dan Jdeidet Marjayoun, yang menimbulkan lebih banyak korban.
Pada Sabtu malam sebelumnya, sebuah serangan udara menewaskan satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang, termasuk tiga anak, di daerah Arabsalim, yang telah diperingatkan untuk mengungsi namun memutuskan untuk kembali ke rumah mereka.
Konflik di perbatasan Lebanon-Israel, terutama di wilayah Shama, terus berlanjut. Hizbullah mengonfirmasi bahwa konfrontasi mereka dengan pasukan Israel di daerah tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di tengah serangkaian serangan dan eskalasi kekerasan ini, pembicaraan untuk mencari solusi damai dan gencatan senjata terus berjalan, meskipun situasi di lapangan semakin memburuk.
Komentar (0)
Login to comment on this news