- Home
- Internasional
- Netanyahu Tawarkan Hadiah Rp79 Miliar untuk Siapa Pun yang Bisa Bebaskan Tawanan Hamas di Gaza
Netanyahu Tawarkan Hadiah Rp79 Miliar untuk Siapa Pun yang Bisa Bebaskan Tawanan Hamas di Gaza

INFORMASI.COM, Jakarta - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menawarkan hadiah senilai puluhan miliar rupiah untuk siapa pun yang bisa membebaskan tawanan Hamas di Gaza.
Dikutip dari Arab News, Rabu (20/11/2024), Netanyahu menawarkan hadiah sebesar US$5 juta atau sekitar Rp79,325 miliar kepada siapa pun yang berhasil membawa keluar sandera Hamas dari Gaza.
“Siapa pun yang berhasil menyelamatkan sandera akan kami bantu meninggalkan Gaza bersama keluarganya dengan cara yang aman,” ujar Netanyahu dalam sebuah video yang direkam di dalam wilayah Palestina, seperti dikonfirmasi oleh kantornya.
47 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza“Kami juga akan memberikan hadiah sebesar US$5 juta untuk setiap sandera yang berhasil diselamatkan,” imbuhnya.
Netanyahu menyampaikan pernyataan ini dari Koridor Netzarim, jalur pasokan militer utama Israel yang membelah Jalur Gaza menjadi dua bagian.
Mengenakan helm dan jaket antipeluru, ia berbicara dengan latar belakang Laut Tengah, didampingi Menteri Pertahanan yang baru, Israel Katz.
Dalam pidatonya, Netanyahu juga menegaskan sikap keras terhadap Hamas dan prioritas Israel untuk mengakhiri kekuasaannya di Gaza, serta membawa pulang semua sandera, hidup atau mati.
“Siapa pun yang menyakiti sandera kami dianggap telah mati. Kami akan mengejar dan menangkap Anda,” kata dia.
Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Picu Protes dari MasyarakatKrisis sandera ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu, yang memicu eskalasi konflik di Gaza.
Dari 251 orang yang diculik dalam serangan tersebut, 97 orang masih ditahan di Gaza, termasuk 34 yang telah dipastikan tewas.
Langkah terbaru Israel ini merupakan bagian dari upaya intensif untuk menyelamatkan sandera dan menekan kelompok militan Hamas di tengah konflik yang terus berlangsung.
Komentar (0)
Login to comment on this news