- Home
- Internasional
- Israel Tembaki Kerumunan Warga yang Antre Makanan, 112 Tewas
Israel Tembaki Kerumunan Warga yang Antre Makanan, 112 Tewas

INFORMASI.COM, Jakarta - Israel kembali menembaki kerumunan warga Palestina di Gaza yang sedang mengerumuni truk bantuan. Serangan ini menewaskan ratusan orang.
Dikutip dari Arab News, Jumat (1/3/2024), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Al-Qidraf mengatakan ada 112 orang yang tewas akibat serangan ini. Penembakan itu disebut sebagai pembantaian.
Seorang saksi kepada AFP berkata kekerasan ini terjadi ketika ribuan orang yang membutuhkan makanan, berlarian ke ttruk bantuan di Bundaran Nabulsi yang berada di bagian barat Gaza.
"Truk yang penuh bantuan, datang terlalu dekat dengan beberapa tank tentara yang berjaga di daerah itu. Ribuan orang menyerbu truk bantuan," kata seorang saksi.
"Tentara menembaki massa ketika orang-orang berada terlalu dekat dengan tank," ujar dia.
Dalih Israel
Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan ada 30 konvoi truk bantuan menjelang fajar yang melaju ke Gaza utara. Truk-truk ini dihadang oleh banyak orang yang menjarah bantuan yang dibawa.
Disebutkan juga lusinan orang Palestina tewas dalam penyerbuan itu dan beberapa di antaranya tertabrak truk ketika pengemudi mencoba melarikan diri.
Pasukan Israel yang menjaga lokasi, melepaskan tembakan peringatan ke massa karena merasa terancam, lanjut dia.
"Kami tidak menembaki mereka yang mencari bantuan. Kami tidak menembaki konvoi bantuan kemanusiaan, baik dari udara maupun dari darat. Kami amankan agar bisa masuk ke Gaza utara," kata dia.
Dunia Ngamuk
Dunia mengecam aksi serangan Israel kepada warga Gaza di Palestina. Negara-negara Arab mengutuk serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut "Israel menambahkan satu lagi kejahatan kemanusiaan."
Sementara itu, Presiden AS, Joe Biden, khawatir kekerasan ini akan mempersulit perundingan gencatan senjata.
Bahkan, Kolombia menunda pembelian senjata dari Israel setelah penembakan terhadap ratusan warga Gaza yang kelaparan. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyebut penembakan itu serupa dengan Holocaust.
"(Saat) meminta makanan, lebih dari 100 warga Palestina dibunuh oleh (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu. Ini disebut genosida dan mengingatkan (kita kepada) Holocaust," cuit Petro di akun X, dikutip dari Al Arabiya.
"Dunia harus memblokir Netanyahu. Kolombia menangguhkan pembelian senjata dari Israel," cuit dia.
Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengecam perbuatan Israel.
"Dewan Keamanan harus mengatakan cukup sudah," kata Mansour kepada wartawan.
Komentar (0)
Login to comment on this news