- Home
- Internasional
- Penembakan di Sekolah AS Tewaskan Dua Orang, Pelaku Diduga Bunuh Diri
Penembakan di Sekolah AS Tewaskan Dua Orang, Pelaku Diduga Bunuh Diri

INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah penembakan terjadi di Sekolah Kristen Abundant Life di Madison, Wisconsin, Amerika Serikat, yang menyebabkan dua orang tewas dan setidaknya enam orang terluka. Pelaku diidentifikasi sebagai Natalie Rupnow, seorang siswi berusia 15 tahun di sekolah tersebut, yang kemudian ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.
Dikutip dari Euro news, Selasa (17/12/2024) Kepala Polisi Madison, Shon Barnes, menyatakan insiden itu berlangsung di ruang belajar dan pertama kali dilaporkan oleh seorang siswa kelas dua. Polisi tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit setelah laporan diterima.
Pria di Brasil Tembak Juri Kontes Kecantikan Gara-gara Anaknya Juara Keempat"Kedua orang tua Natalie bekerja sama sepenuhnya, dan saat ini tidak ada indikasi mereka terlibat dalam kejahatan," ujar Barnes dalam konferensi pers.
Dalam kejadian tersebut, Natalie sempat menembaki kerumunan siswa, yang mengakibatkan seorang guru dan seorang remaja tewas di tempat. Selain itu, enam siswa lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya berada dalam kondisi kritis dan kini dirawat di unit perawatan intensif. Sementara itu, tiga siswa dan satu guru mengalami luka ringan, di mana dua korban telah diperbolehkan pulang setelah beberapa jam perawatan di rumah sakit.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui motif di balik serangan ini. Detektif telah menggeledah rumah keluarga Natalie untuk mencari petunjuk lebih lanjut.
"Kami berusaha berhati-hati dalam menangani informasi ini, mengingat ayah Natalie juga turut kehilangan anaknya dalam tragedi ini," tambah Barnes.
Sekadar Informasi, menurut data penembakan sekolah K-12 di Amerika Serikat, kasus ini menambah jumlah penembakan sekolah di sepanjang 2024 menjadi 323 insiden. Angka tersebut masih di bawah catatan tertinggi tahun sebelumnya yang mencapai 349 kasus.
(Penulis: Aria Indra Darmawan)
Komentar (0)
Login to comment on this news