- Home
- Internasional
- 26 Pelajar SMA di AS Dilarikan ke Rumah Sakit usai Pushup 368 Kali dalam 50 Menit
26 Pelajar SMA di AS Dilarikan ke Rumah Sakit usai Pushup 368 Kali dalam 50 Menit

INFORMASI.COM, Jakarta - Seorang ibu salah satu siswa menggugat mantan pelatih tim sepak bola pelajar di Texas, AS, karena hukuman yang diberikan mengakibatkan cedera yang serius. Yaitu, menghukum 26 pemain dengan push up 368 kali selama 50 menit.
Hukuman ini mengakibatkan cedera yang serius yang membahayakan nyawa.
Dikutip dari Oddity Central, Sabtu (4/1/2025), mantan pelatih Rockwall-Heath Highschool, John Harrell dan 12 asisten pelatih diduga menyuruh pemain football junior varsity melakukan 368 pushup selama 50 menit tanpa henti. Kejadian ini berlangsung pada Januari 2023.
Deretan Berlian Termahal di Dunia, Ada yang Harganya Sampai Rp6 TriliunSelama sesi hukuman, puluhan pemain itu juga tidak diizinkan untuk minum. Disebutkan bahwa para pemain junior telah melakukan 23 kesalahan.
Setelah melakukan latihan yang melelahkan, 26 pemain itu dilarikan ke rumah sakit dan dirawat selama beberapa hari. Mereka didiagnosis mengidap rhabdomyolysis, yaitu kondisi medis yang berpotensi mematikan serta mengakibatkan jaringan otot rusak dan memasuki aliran darah.
Jika tidak diobati, rhabdomyolysis bisa mengakibatkan gagal ginjal, jantung bermasalah, bahkan kematian.
"Ini adalah cedera yang berpotensi jangka panjang dan bisa mempengaruhi hidup. Ini bukan sesuatu yang bisa kamu hadapi begitu saja," ujar pengacara penggugat kepada wartawan.
Unik, Perusahaan di Jepang Jual Popcorn untuk Isian BantalSang pengacara juga menyebut sang mantan pelatih membuat aturan pelanggaran kecil apa pun bisa berujung kepada hukuman pushup.
Gugatan itu juga menuding hukuman itu diberikan kepada pelanggaran-pelanggaran kecil, seperti pakai baju yang salah saat latihan, tak mau bekerja keras, bersikap buruk, hingga interaksi negatif dengan pelatih dan teman sebaya.
Pihak SMA Rockwall-Heath telah mengingatkan mantan pelatih untuk tidak menggunakan hukuman fisik. Dia diduga mengabaikan peringatan tersebut.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news