- Home
- Internasional
- Iran Ancam Serang Israel Lagi jika...
Iran Ancam Serang Israel Lagi jika...

INFORMASI.COM, Jakarta - Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan menyerang Israel lagi. Hal itu akan dilakukan jika Israel memantik lagi kemarahan Teheran.
"Israel, jangan ulangi kesalahan," kata Jenderal Hossein Salami, Kamis (17/10/2024), usai acara peringatan kematian Abbas Nilforoushan, komandan IRGC, yang tewas bersama pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan udara Israel di Beirut bulan lalu.
Serangan juga akan diluncurkan Iran jika Israel menyerang salah satu elemen Iran, baik di Timur Tengah maupun di wilayah Iran. Salami pun mengancam akan menyerang Israel lebih menyakitkan dari serangan sebelumnya.
Komandan Iran itu pun menyombongkan diri kepada Israel bahwa serangan rudal 1 Oktober adalah kemampuan terkecil militer Iran. "Kami tahu kelemahan musuh (Israel)," kata Salami seperti dilaporkan IRNA.
Peringatan Salami muncul saat Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunjungi Mesir pada hari yang sama. Kunjungan resmi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mencegah serangan Israel terhadap Iran.
Iran dalam keadaan siaga tertinggi untuk mengantisipasi respons militer Israel terhadap serangan rudal pada 1 Oktober. Bukan cuma Iran, Amerika Serikat yang sekutu Israel pun, mewanti-wanti adanya serangan balasan dari Tel Aviv terhadap Teheran. Sebab, sudah dari awal bulan Israel terus mengeluarkan ancaman akan melakukan serangan balasan.
Ketegangan regional meningkat ditandai dengan perang antara Hamas dan Israel yang memanas sejak 7 Oktober 2023. Saat itu, Hamas yang dituduh melakukan serangan dan penyanderaan terhadap warga Israel dibalas dengan serangan brutal militer Israel di Jalur Gaza.
Akibatnya, lebih dari 42.400 orang tewas di Gaza akibat serangan Israel. Sebagian besar korban jiwa merupakan penduduk sipil perempuan dan anak-anak. Selain itu, sedikitnya 100 ribu orang cedera hingga cacat, dan 1,2 juta warga Gaza tinggal di pengungsian.
Konflik lantas menyebar ke Lebanon. Israel melancarkan serangan mematikan di Lebanon dengan dalih hendak melumpuhkan Hizbullah, kelompok penyokong Hamas, yang dituduh telah menyerang wilayah Israel pada momentum yang sama dengan Hamas. Aksi militer Israel di Lebanon setidaknya menewaskan lebih dari 1.500 orang dan melukai lebih dari 4.500 lainnya.
Yahya Sinwar Tewas di Tangan Israel
Kemarin, militer Israel pun mengklaim telah membunuh Yahya Sinwar, pemimpin tertinggi Hamas, dalam sebuah serangan di Rafah, Gaza. Selain Sinwar, serangan Israel juga menewaskan dua orang pengikutnya.
Kematian Sinwar dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. "Yahya Sinwar telah mati," kata Netanyahu dalam video yang diunggah di akun X miliknya.
Yahya Sinwar is dead.
— Benjamin Netanyahu - בנימין נתניהו (@netanyahu) October 17, 2024
He was killed in Rafah by the brave soldiers of the Israel Defense Forces.
While this is not the end of the war in Gaza, it's the beginning of the end. pic.twitter.com/C6wAaLH1YW
Perwakilan Iran untuk PBB menyiratkan belasungkawa sekaligus kagum dengan kematian Yahya Sinwar. Pasalnya, video detik-detik kematina Sinwar yang dirilis Israel menunjukkan adanya perlawanan dari Sinwar. Pun, penerus Ismail Haniyeh itu juga menggunakan kafiyeh yang menutupi mukanya sebagai tanda sedang berjuang.
"Ia akan menjadi model bagi pemuda dan anak-anak yang akan meneruskan jalannya menuju pembebasan Palestina. Selama pendudukan dan agresi masih ada, perlawanan akan terus ada, karena martir itu tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi," kata akun perwakilan Iran untuk PBB di sosial media X.
Komentar (0)
Login to comment on this news