Sejarah Soto, Kuliner Indonesia yang Dipengaruhi Budaya Tionghoa

INFORMASI.COM, Jakarta - Soto adalah salah satu kuliner di Indonesia dan memiliki puluhan varian. Makanan berkuah ini mudah di hampir setiap daerah di Indonesia.
Soto terbuat dari kaldu, sayur, serta suwiran daging, bihun, dan tauge. Makanan ini sering disajikan dengan nasi atau lontong.
Ngomong-ngomong soal soto, tahukah kamu bahwa makanan ini sebenarnya dipengaruhi oleh budaya Tionghoa?
Clean Eating Bisa Bantu Kamu untuk Diet, Begini CaranyaDikutip dari artikel yang berjudul Diversity of Indonesian Soto yang diterbitkan di Journal of Ethnic Foods, Senin (2/12/2024), Kepulauan Indonesia mempunyai peran budaya dan ekonomi yang signifikan di kawasan Nanyang, wilayah yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan.
Daerah ini kemudian menjadi tempat di mana peleburan budaya terjadi. Seiring dengan akulturasi dan asimilasi, perubahan besar pun terjadi pada masakan lokal.
Dalam buku Cross Java Culture: The Asian Network yang ditulis oleh Denys Lombard, soto berasal dari kata cao du (chau tu), yang merupakan kosa kata Cina. Kata cao du (chau tu) atau sio to dalam bahasa Hokkien merupakan asal muasal kata soto. Jadi, kata cao berarti rumput, shao berarti memasak, dan du berarti perut, jeroan sapi, atau babat.

Tak diketahui pasti alasan masyarakat Tionghoa kala itu menggunakan jeroan. Ada dugaan penggunaan jeroan berasal dari kebiasaan masyarakat Kanton dari Guangzhou yang memakan jeroan hewan. Kebiasaan itu dipertahankan ketika penduduk itu bermigrasi ke Indonesia.
Menurut tradisi Tionghoa, soto adalah makanan yang lazim disantap karena berkhasiat bagi tubuh. Kuah soto berfungsi untuk menghangatkan tubuh pada musim dingin.
Masyarakat Tionghoa memiliki peranan yang cukup besar dalam kemunculan soto di Jawa Tengah, terutama di Semarang pada abad ke-19. Artikel Lust de Inlander Vleesch menyebut bahwa harga daging di Semarang murah.
Perkembangan soto pada abad ke-19 dan ke-20 tak diketahui secara pasti karena resep sajian ini tidak muncul di buku-buku resep makanan yang terbit di Semarang kala itu.
KKP Dorong Susu Ikan Masuk Program Makan Bergizi GratisKini, soto tersebar ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Artikel itu mencatat ada 75 jenis soto daerah di Indonesia.
Sebut saja soto kediri yang menggunakan daging ayam, bihun, telur, tauge, daun bawang, dan seledri. Soto kediri memakai rempah-rempah seperti kencur, ketumbar sangarai, kemiri, dan terasi bakar. Kuahnya pun menggunakan santan kelapa.

Kemudian, ada soto sokaraja yang kuahnya bening. Soto ini berisi tauge, bihun, dan kerupuk merah, serta daging ayam/sapi.
Kemudian, ada juga soto banjar yang berisi bihun, telur rebus, dan perkedel. Rempah-rempah yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, kayu manis, pala, dan cengkeh. Kuahnya juga terbuat dari santan.
(Penulis: Yasmina Shofa)
Komentar (0)
Login to comment on this news