Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

INFORMASI.COM, Jakarta - Merokok merupakan perilaku yang sulit dihilangkan dan bisa ditemui di berbagai lapisan masyarakat. Kandungan rokok mengandung banyak zat kimia yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Lalu, apa saja bahaya merokok bagi kesehatan?
Dikutip dari Medical News Today dan Kementerian Kesehatan, Kamis (19/12/2024), rokok memiliki sejumlah kandungan kimia yang berbahaya, seperti nikotin dan tar. Karbon monoksida bisa menyebabkan organ tubuh kekurangan oksiden dan tar bisa mempengaruhi kemampuan bernapas paru-paru.
Para peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory, Amerika Serikat, menemukan ada zat penyebab kanker yang ditemukan pada rokok, yaitu tobacco-spesific nitrosamines (TSNAs).
Kemendag dan Kemenperin Komplain Aturan Tembakau dan Rokok Elektronik“TSNAs berpotensi menjadi zat karsinogenik yang muncul dari rokok yang belum dibakar atau asap rokok,”kata salah satu peneliti sekaligus ahli kimia, Hugo Destaillats.
Rokok melepas nikotin yang kemudian akan diserap oleh permukaan ruangan, seperti lantai, dinding, sofa, karpet, dan benda furnitur. Selanjutnya nikotin akan bergabung dengan zat-zat kimia mengandung nitrogen yang dilepaskan oleh peralatan rumah tangga atau mesin kendaraan dan menghasilkan TSNAs.
"Anak-anak adalah pihak yang paling rentan pada zat beracun ini karena mereka sering kontak dengan berbagai permukaan perabot di rumah," bunyi penelitian tersebut.
Selain itu, American Cancer Society menyatakan bahwa merokok memperpendek umur sekitar 12 tahun pada pria dan 11 tahun pada wanita.
Agar lebih jelas, berikut ini adalah deretan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh.
1. Otak
Merokok dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke sebanyak 2-4 kali lipat, terjadi akibat penggumpalan atau pecah pembuluh darah di otak. Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak dan kematian.
2. Jantung
Merokok menyebabkan plak menumpuk di darah dan menempel di dinding arteri sehingga pembuluh darah menjadi lebih sempit.
Hal ini dapat mengurangi aliran darah dan meningkatkan risiko penggumpalan darah yang nantinya akan meningkatkan tekanan darah juga detak jantung. Merokok dapat menggandakan risiko serangan jantung.
3. Tulang
Menurut National Institutes of Health (NIH), merokok mengurangi kepadatan tulang, membuat tulang lebih lemah dan rapuh. Merokok juga dapat mengganggu penyembuhan tulang setelah patah tulang.
Dampak ini mungkin lebih mempengaruhi perempuan dibandingkan laki-laki. Wanita lebih rentan terkena osteoporosis dan patah tulang.
4. Sistem Imun
Sistem kekebalan melindungi tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Merokok mengurangi fungsi kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan pada tubuh.
Hal ini dapat menyebabkan kondisi autoimun, termasuk penyakit Crohn, artritis reumatoid, lupus eritematosus.
Ada Larangan Jual Rokok Ketengan, Pendapatan Negara dari Cukai Diklaim Aman5. Paru-paru
Kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian. Salah satu penyakit yang paling sulit diobati. Merokok dapat merusak saluran udara dan kantung udara.
Beberapa penyakit paru-paru lain yang disebabkan oleh merokok adalah penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronis, dan emfisema.
6. Mulut
Merokok dapat menimbulkan beberapa dampak terhadap kesehatan mulut dan dapat menyebabkan bau mulut, gigi bernoda, mulut kering, berkurangnya indra perasa, dan iritasi jaringan gusi. American Dental Association (ADA) mengatakan bahwa merokok meningkatkan risiko penyakit gusi.
7. Reproduksi
Wanita yang merokok bisa lebih sulit hamil. Pada pria, merokok dapat menyebabkan impotensi, merusak sperma, dan mempengaruhi jumlah sperma.
Selain itu, merokok saat hamil meningkatkan sejumlah risiko pada bayi yaitu kelahiran prematur, keguguran, berat badan lahir rendah, dan kematian mendadak.
8. Kulit
Merokok mengurangi jumlah oksigen yang dapat mencapai kulit. Hal ini mempercepat proses penuaan dan dapat membuat kulit tampak kusam atau abu-abu.
Selain itu, dapat juga menyebabkan kerutan, kelopak mata longgar, warna kulit tidak merata, dan kulit kering kasar.
(Penulis: Yasmina Shofa)
Komentar (0)
Login to comment on this news