Liga Champions: 5 Fakta Menarik di Balik Kemenangan Real Madrid Atas Manchester City

INFORMASI.COM, Jakarta - Manchester City menyerah dari Real Madrid pada duel pertama playoff Liga Champions, Rabu (12/2/2025). Sempat unggul, The Cityzens akhirnya kalah 2-3 dari El Real.
Erling Haaland membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-19 dan membuat publik Stadiion Etihad bergemuruh. Gol itu dibalas striker tim tamu, Kylian Mbappe pada menit ke-60.
Real Madrid Juara Piala Super Eropa Kalahkan AtalantaHaaland kemudian membawa timnya unggul melalui gol penalty pada menit ke-80.
Namun, pasukan Pep Guardiola gagal mempertahankan keunggulan. Brahim Diaz mencetak gol penyama kedudukan ke gawang mantan klubnya pada menit ke-86.
Jude Bellingham menghadirkan petaka bagi Manchester Biru melalui gol saat tambahan waktu. Lebih pedas lagi, Bellingham merayakan gol dengan selebrasi berjalan yang jadi ciri khas Haaland.
"Hal yang selalu menarik dari laga sistem gugur ini adalah ada pasang surut. Ini bukan hanya duel teknis dan taktis, tetapi juga pertarungan psikologis," ucap Bellingham, dikutip dari laman Liga Champions.
5 Fakta Menarik
Kemenangan Los Blancos atas Man City hadirkan lima fakta menarik.
Pertama, menurut catatan Squawka, dengan tambahan satu gol di laga ini, Kylian Mbappe telah mencetak total 52 gol di Liga Champions. Dia unggul satu gol dari legenda Prancis, Thierry Henry. Mbappe kini di peringkat kedelapan dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Champions.

Kedua, Jude Bellingham adalah pesepak bola Inggris pertama yang mencetak gol ke gawang klub asal Inggris dalam dua klub berbeda di era Liga Champions. Sebelumnya, Bellingham masih berseragam Borussia Dortmund kala menjebol gawang Man City di musim 2022-2023.
Ketiga, Real Madrid akhirnya pecah telur di Stadion Etihad. Dalam enam laga sebelumnya di Etihad di Liga Champions, El Real tiga kali imbang dan tiga kali tumbang. Sebelumnya, Etihad jadi satu-satunya arena tandang yang paling sulit Real Madrid taklukkan di Liga Champions.
Keempat, menurut Opta, Manchester City gagal memenangi empat laga Liga Champions meski mencetak gol lebih dulu, (1-4 vs Sporting, 3-3 vs Feyenoord, 2-4 vs PSG, dan 2-3 vs Real Madrid)
Kelima, di semua kompetisi musim ini, Manchester City telah kalah di lima laga meski sempat unggul. Padahal, jumlah ini merupakan total yang City alami jika dikombinasikan sejak 2020 hingga 2024.
Dari raja yang digdaya, Manchester City di musim ini seolah tak berdaya.
Komentar (0)
Login to comment on this news