Australia Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Medsos

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Australia berencana akan melarang anak-anak di bawah 16 tahun untuk menggunakan media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Larangan itu menimbulkan pro dan kontra dari banyak pihak.
Dikutip dari Arab News, Jumat (22/11/2024), pemerintah Australia mengajukan rancanan regulasi ke parlemen tentang larangan anak-anak menggunakan media sosial. Kebijakan itu didukun oleh para pemimpin dari delapan negara bagian.
Bahkan, Tasmania lebih menyukai bahwa batas usianya seorang anak bisa mengakses media sosial adalah 14 tahun.
Lagi Trending di TikTok, Sebenarnya Apa Itu Mio Mirza?Tercatat ada lebih dari 140 pakar yang menandatangani surat terbuka kepada Perdana Menteri Anthony Albanese. Batasan usia 16 tahun dinilai sebagai "instrumen yang tumpul untuk mengatasi risiko yang efektif."
Tuai Kontroversi
Kebijakan itu menjadi kontroversial di kalangan masyarakat. Ada yang mendukung pemerintah Australia melarang anak-anak mengakses media sosial.
Sonya Ryan, seorang aktivis keselamatan dunia maya, mendukung larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak. Dia menilai media sosial sangat berbahaya bagi mereka, seperti ancaman predator.
Sonya bercerita sang anak, Carly Ryan, dibunuh oleh seorang pria berusia 50 tahun. Carly yang kala itu berusia 15 tahun menjadi orang pertama di Australia yang dibunuh oleh seorang predator. Diketahui pria itu menyamar menjadi seorang remaja di media sosial.
"Ada begitu banyak bahaya yang harus mereka atasi dan anak-anak tidak memiliki keterampilan atau pengalaman hidup untuk dapat mengelola semua itu dengan baik," kata Sonya.
Kini Pengguna Facebook dan Instagram Bisa Unggah Silang ke ThreadsSementara itu, seorang pelajar bernama Leo Puglisi dari Melbourne menyesalkan pemerintah merancang undang-undang yang melarang anak-anak bermain media sosial. Puglisi menilai media sosial memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat, termasuk anak muda.
Dia juga menilai pemerintah tak punya perspektif lain tentang media sosial yang digunakan anak muda yang tumbuh di era digital.
"Itu adalah bagian dari komunitas mereka. Itu bagian dari pekerjaan, hiburan. Di situlah mereka menonton konten. Anak muda tidak mendengarkan radio, membaca koran, atau menonton TV. Jadi itu tidak bisa diabaikan," kata Puglisi.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news