Baterai Berlapis Berlian Diklaim Bisa Awet hingga Ribuan Tahun, Begini Rahasianya

INFORMASI.COM, Jakarta - Ilmuwan mengembangkan baterai yang berlapis berlian. Mereka mengeklaim baterai itu bisa bertahan hingga ribuan tahun.
Kok bisa?
Dikutip dari Live Science, Rabu (18/12/2024), pada 4 Desember 2024, para ilmuwan di Universitas Bristol, Inggris, mengembangkan baterai nuklir yang menggunakan reaksi berlian dan ditempatkan di dekat sumber radioaktif. Tujuannya untuk menghasilkan listrik secara spontan. Para peneliti menyebut tidak memerlukan energi untuk menggerakkan magnet melalui kumparan untuk menghasilkan arus listrik. Para pakar berkata baterai berlian menghasilkan elektron dari radiasi.
Tas Mewah Bertabur Berlian Mejeng di Miami, Harga Tembus Rp19 MiliarSebenarnya, prototipe baterai berlian pertama kali didemonstrasikan pada 2017. Kala itu, bahan yang digunakan untuk bahan radioaktif adalah nikel-63. Kini yang digunakan adalah isotop radioaktif karbon-14 yang tertanam dalam berlian buatan.
Mengapa karbon-14 dipilih? Peneliti percaya bahwa sumber ini memancarkan radiasi jangka pendek yang bisa diserap oleh benda padat apa pun.
Karbon-14 terjadi secara alami, tetapi bisa dihasilkan dalam jumlah yang banyak di blok grafit yang digunakan untuk mengendalikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Para peneliti menemukan isotipe terkonsentrasi di permukaan blok tersebut.
Meskipun karbon-14 berbahaya jika tertelan atau disentuh dengan tangan kosong, berlian bisa mencegah agar radiasinya tidak keluar.
Profesor material untuk energi di Universitas Bristol, Neil Fox, berkata berlian dipilih karena merupakan zat terkeras dan bisa memberikan perlindungan dari radiasi.
Perbandingan Baterai Berlian dengan Baterai Biasa
Satu baterai berlapis berlian yang mengandung 1 gram karbon-14, bisa menghasilkan 15 joule listrik per hari. Sebagai perbandingan, baterai AAA alkali standar dengan seberat 20 gram, punya kapasitas penyimpanan energi 200 joule per gram. Baterai AAA punya daya yang lebih besar daripada baterai berlapis berlian, tetapi habis dalam waktu 24 jam.
Sebaliknya, waktu paruh karbon-14 adalah 5.370 tahun. Ini berarti butuh waktu selama itu agar baterai bisa "terkuras" hingga daya 50%.
Jika dibandingkan, pesawat ruang angkasa yang menggunakan baterai berlapis berlian, bisa mencapai Alpha Centauri, bintang terdekat dengan tata surya kita. Sekadar informasi, jarak Alpha Centauri dengan Bumi adalah 4,4 tahun cahaya.
Unik Banget, Berlian Ini Terbuat dari BungaFungsi Baterai Berlapis Berlian
Para ilmuwan menyebut baterai berlapis berlian bisa digunakan untuk beragam hal, seperti elektronik, perangkat medis, dan perjalanan luar angkasa. Baterai ini juga bisa digunakan untuk mesin sinar-X atau mesin yang beroperasi di lingkungan yang sulit dan berbahaya, seperti offshore migas.
Peneliti juga mengatakan baterai berlian bisa dibuat cukup kecil untuk memberikan daya pada tag frekuensi radio agar bisa mengidentifikasi dan melacak muatan di Bumi atau di luar angkasa.
Kemudian, baterai tersebut tidak memiliki bagian yang bergerak. Dengan demikian, benda ini tidak perlu pemeliharaan serta tak menghasilkan emisi karbon.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news