Tak Perlu Pawang, Hujan Bisa Diturunkan dengan Teknologi Ini

INFORMASI.COM, Jakarta - Dua pertiga populasi dunia diperkirakan akan mengalami kekurangan air tahun ini. Teknologi inovatif pun digunakan untuk membantu menemukan pasokan air minum yang berkelanjutan untuk dunia.
Salah satunya adalah teknologi penyemaian awan.
Benarkah Hujan Bisa Buat Orang Jatuh Sakit?Dikutip dari Euro News, Jumat (17/1/2025), inovasi penyemaian awan terinspirasi dari Dubai, sebuah kota yang terletak di salah satu wilayah terkering di dunia. Pertumbuhan populasi ini meningkatkan permintaan air serta mendorong pengembangan teknologi adanya sumber air baru. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah penyemaian awan.
Penyemaian awan adalah teknik modifikasi cuaca yang meningkatkan kemampuan awan untuk menghasilkan hujan. Sebelum adanya pesawat yang mengudara, peramal cuaca memilih awan kumulus karena aliran udara internalnya ke atas.
Pilot memposisikan pesawat di bawah aliran udara awan, lalu menyalakan suar yang berisi partikel garam higroskopis.
Saat partikel natrium klorida serta kalium klorida naik ke awan, mereka menarik titik-titik kecil air kecil. Titik-titik air ini bergabung kemudian bertambah besar serta nantinya menyebabkan jatuh dari langit karena adanya berat yang seiring bertambah.
Di wilayah yang curah hujannya sedikit setiap tahun, penggunaan tersebut adalah sumber air berharga yang membutuhkan penggunaan energi minimum. Penyemaian awan selama satu jam mampu menghasilkan hingga 100 ribu meter kubik air.
BMKG: Puncak Musim Hujan di Indonesia Jatuh pada NovemberLebih dari 50 negara di seluruh dunia saat ini sedang melakukan penyemaian awan.
Yang menarik, guys, teknik penyemaian awan enggak cuma untuk menurunkan hujan, tetapi juga mengurangi ukuran hujan es di daerah yang lebih dingin. Penahanan hujan es secara drastis bisa mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh badai petir.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news