Bukti Baru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

INFORMASI.COM, JAKARTA - Bulan masih aktif secara geologis, sebuah fakta yang mengejutkan para ilmuwan dan mengubah pandangan kita tentang satelit alami bumi ini. Kita mengira bulan hanyalah benda langit mati tanpa aktivitas geologis selama ini. Namun, bagaimana jika ternyata bulan terus mengalami perubahan hingga saat ini?
Para ilmuwan baru saja menemukan kenyataan mengejutkan, yaitu bulan mungkin masih aktif secara geologis. Penemuan ini berdasarkan pada bagaimana permukaannya tampak berkerut, terutama di sisi jauh bulan. Para ahli menemukan 266 tonjolan kerut yang diyakini terbentuk dalam 160 juta tahun terakhir di daratan vulkanik langka di sisi jauh bulan.
Apa itu Snow Moon, Fenomena Langit yang Akan Muncul Pertengahan Bulan IniJaclyn Clark dari University of Maryland menyatakan fakta bahwa bulan masih mengalami aktivitas geologis memiliki dampak signifikan terhadap keputusan penempatan astronot, peralatan, dan infrastruktur di permukaannya.
Mengapa Bulan Berkerut?
Punggung kerut, wajah bulan yang menggantung di langit, adalah fenomena yang sangat dikenal di sisi dekat bulan. Pola yang dikenal sebagai "Manusia di Bulan" di sisi dekat ditandai oleh bercak gelap besar yang disebut Maria bulan. Dataran lava mengeras Maria terbentuk oleh aktivitas gunung berapi pada 3,2 miliar hingga 3,6 miliar tahun yang lalu. Ketika bagian dalam bulan mendingin, aktivitas vulkanik mengering, dan bulan mulai mengkerut. Batuan vulkanik gelap di basal bulan mengerut serupa dengan kulit apel tua yang mengerut.
Menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter NASA, para peneliti menemukan bahwa tonjolan kerut di sisi jauh bulan lebih kecil dibandingkan yang ada di sisi dekat. Namun, yang mengejutkan, usianya jauh lebih muda!
Untuk memperkirakan usia ini, ilmuwan menggunakan teknik menghitung kawah. Semakin banyak kawah, semakin tua permukaannya.
Berdasarkan perhitungan ini, tonjolan kerut di sisi jauh bulan terbentuk antara 84 hingga 160 juta tahun lalu, jauh lebih muda dari yang diperkirakan sebelumnya.
Bulan Masih Bergolak?
Sebelumnya, para ilmuwan mengira aktivitas geologis bulan sudah berakhir sekitar 2,5 hingga 3 miliar tahun lalu. Namun, bukti baru menunjukkan proses tektonik ini masih berlangsung, dan bulan mungkin masih aktif hingga saat ini.
Dukungan tambahan datang dari misi Chang'e 5 China pada 2020. Sampel yang diambil dari bulan mengandung manik-manik kaca vulkanik yang berusia sekitar 123 juta tahun. Artinya, aktivitas vulkanik di bulan mungkin masih terjadi dalam skala waktu geologi yang relatif baru.
Jika bulan benar-benar masih mengalami kontraksi, ini bisa menyebabkan gempa bulan (moonquakes) yang telah dideteksi oleh seismometer Apollo. Gempa ini berpotensi membahayakan eksplorasi manusia di bulan, sehingga pemilihan lokasi untuk pendaratan astronot harus mempertimbangkan faktor ini.
Dengan semua temuan tersebut, apakah bulan masih terus berubah di depan mata kita? Penelitian lebih lanjut akan menjawabnya.
(Penulis: Kiki Annisa)
Komentar (0)
Login to comment on this news