Sudah Jalan 20 Tahun, Facebook Kini Jadi Zombie?

Sudah Jalan 20 Tahun, Facebook Kini Jadi Zombie?
Aplikasi Facebook bersama Instagram dan Whatsapp
Ikhtisar
  • Facebook genap 20 tahun pada 2024 sejak perjalanannya dimulai dari platform mahasiswa Harvard pada 2004.
  • Facebook menjadi raksasa media sosial dunia setelah IPO 2012 dan mengakuisisi Instagram serta WhatsApp.
  • Jurnalis investigasi New York Times, Julia Angwin, menilai Facebook kini jadi zombie lantara Meta mulai mengalami tekanan karena ketidakpuasan konsumen.

INFORMASI.COM, Jakarta – Dua dekade sudah Facebook mewarnai jagat maya. Platform yang pertama kali diluncurkan pendirinya, Mark Zuckerberg, untuk kalangan mahasiswa Harvard pada tahun 2004 itu kini menghadapi tantangan besar. Setelah bertahun-tahun mendominasi, Facebook mulai ditinggalkan pengguna, terutama generasi muda.

Perjalanan Facebook semula terbilang mulus. Zuckerberg memperluas akses secara bertahap ke mahasiswa di kampus lain, kemudian membukanya untuk masyarakat umum pada 2006. Puncak kejayaan terjadi saat perusahaan menjalankan Initial Public Offering (IPO) pada 2012. Dua akuisisi strategis, yakni Instagram dan WhatsApp, mengukuhkan posisi Facebook sebagai salah satu raksasa media sosial dunia.

Namun, seiring waktu, Meta mulai mencoba berbagai arah pengembangan yang berbeda. Upaya memasuki dunia Metaverse dan belanja besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI) justru membuat perusahaan kehilangan fokus. Jurnalis investigasi New York Times, Julia Angwin, menilai bahwa konsumen mulai tidak puas dengan layanan Meta.

"Pendapatan Meta mulai menunjukkan tekanan karena meningkatnya ketidakpuasan konsumen dan pengeluaran perusahaan yang boros selama bertahun-tahun," jelasnya dikutip dari Futurism, Selasa (12/5/2026).

Angwin bahkan menyamakan kondisi Meta dengan kematian Yahoo dan AOL, dua bintang internet di masa lalu yang kini nyaris terlupakan. Meskipun perusahaan dan sebagian pengguna masih ada, generasi muda enggan bergabung.

"Seperti kata anak muda, mereka sangat memalukan. Banyak remaja tidak mau memiliki akun AOL, alamat email Yahoo, atau profil Facebook," lanjutnya.

Lebih tegas lagi, Angwin mengaitkan kondisi tersebut dengan nilai saham Meta yang terus merosot.

"Dan harga saham yang anjlok mengonfirmasi apa yang selama ini kita yakini dalam hati: Ini adalah perusahaan yang sedang memasuki era zombie," tulisnya.

Meta diketahui tidak tinggal diam. Setelah gagal mengembangkan realitas virtual (VR), perusahaan kini mengalihkan seluruh perhatian pada AI. Fokus ini bukan hal mengejutkan karena Zuckerberg sudah mendorong perusahaannya bersaing lebih ketat dalam AI generatif selama setahun terakhir.

Salah satu strateginya adalah memburu orang-orang terbaik di bidang AI. Zuckerberg menawarkan paket gaji besar mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat selama empat tahun bagi siapa pun yang bersedia masuk ke dalam tim superintelijen perusahaan. Meta juga menyiapkan dana raksasa: 600 miliar dolar AS (sekitar 10 ribu triliun rupiah) untuk membangun pusat data pada 2028, serta 2 miliar dolar AS (sekitar 33,9 triliun rupiah) untuk membeli startup AI asal China bernama Manus.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.