INFORMASI.COM, Jakarta - Ketika usia bertambah, menikah belum tentu menjadi tujuan yang segera dicapai
Perkawinan di kalangan anak muda Indonesia tampaknya semakin bergeser ke usia yang lebih matang. Data BPS dari Susenas Maret 2024 menunjukkan 69,75% pemuda Indonesia berusia 16-30 tahun belum menikah, sementara yang berstatus menikah sebesar 29,10% dan 1,15% berstatus cerai hidup atau cerai mati. Dengan kata lain, sekitar 7 dari 10 pemuda Indonesia belum menikah pada 2024.
Namun, angka tersebut perlu dibaca berdasarkan umur. Pada kelompok usia 16-18 tahun, sebanyak 98,67% pemuda belum kawin. Angkanya masih 83,68% pada usia 19-24 tahun, kemudian turun menjadi 40,03% pada usia 25-30 tahun. Sebaliknya, proporsi yang sudah kawin meningkat dari 1,24% pada kelompok 16-18 tahun menjadi 15,59% pada usia 19-24 tahun dan 57,82% pada usia 25-30 tahun.
| Kelompok Umur | Belum Kawin (%) | Kawin (%) |
| 16–18 tahun | 98,67 | 1,24 |
| 19–24 tahun | 83,68 | 15,59 |
| 25–30 tahun | 40,03 | 57,82 |
Sumber: BPS, Statistik Pemuda Indonesia 2024, Susenas Maret 2024.
Kota Bikin Muda-mudi Tunda Hasrat Menikah
Perbedaan yang menarik muncul ketika data dipisahkan berdasarkan tempat tinggal. Di wilayah perkotaan, 74% pemuda berstatus belum kawin dan 24,92% sudah kawin. Di wilayah perdesaan, proporsinya masing-masing 63,19% dan 35,56%. Artinya, proporsi pemuda yang belum kawin di perkotaan sekitar 10,8 poin persentase lebih tinggi daripada di perdesaan.
| Wilayah | Belum Kawin (%) | Kawin (%) |
| Perkotaan | 74,00 | 24,92 |
| Perdesaan | 63,19 | 35,56 |
Sumber: BPS, Statistik Pemuda Indonesia 2024, Susenas Maret 2024.
Fenomena tersebut bahkan lebih terlihat di DKI Jakarta. Pada 2024, 81,36% pemuda DKI Jakarta belum kawin, sedangkan hanya 17,59% yang berstatus kawin. Angka pemuda belum kawin di Jakarta lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 69,75%.
Ini memberikan angle urban yang jauh lebih menarik, semakin urban suatu kehidupan, apakah perkawinan ikut bergeser ke belakang?
Tetapi data tersebut belum cukup untuk mengatakan bahwa tinggal di kota menyebabkan seseorang menunda perkawinan. Kita hanya dapat mengatakan bahwa terdapat perbedaan statistik antara pemuda perkotaan dan perdesaan.
Angka Pernikahan Berdasarkan Gender
Gender juga memperlihatkan pola yang cukup tajam.
Pada 2024, sebanyak 79,45% pemuda berjenis kelamin laki-laki kedapatan belum menikah, sedangkan pada perempuan angkanya 59,81%. Sebaliknya, perempuan muda yang sudah kawin mencapai 38,63%, dibandingkan 19,80% pada laki-laki.
| Jenis Kelamin | Belum Kawin (%) | Kawin (%) |
| Laki-laki | 79,45 | 19,80 |
| Perempuan | 59,81 | 38,63 |
Sumber: BPS, Statistik Pemuda Indonesia 2024, Susenas Maret 2024.
Selisih ini menunjukkan bahwa usia dan gender sama-sama berkaitan dengan pola status perkawinan pemuda, tetapi tentu tidak menjelaskan alasan seseorang menikah atau belum menikah.