- • Transjakarta menjadi moda transportasi publik dengan jumlah penumpang terbanyak di Jakarta pada Juli 2026, mencapai 40,32 juta penumpang.
- • MRT Jakarta melayani sekitar 4,64 juta penumpang, sedangkan LRT Jakarta mencatat 125.118 penumpang pada periode yang sama.
- • Jumlah penumpang ketiga moda tersebut mencapai sekitar 45,09 juta selama Juli 2026, dengan Transjakarta menyumbang hampir 90% dari total penumpang ketiganya.
INFORMASI.COM, Jakarta — Transjakarta menjadi moda transportasi publik yang paling banyak digunakan masyarakat Jakarta dibandingkan MRT dan LRT. Pada Juli 2026, jumlah penumpang bus Transjakarta mencapai lebih dari 40 juta orang dalam satu bulan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Transjakarta mencatat 40.318.180 penumpang pada Juli 2026. Sementara itu, MRT Jakarta melayani 4.643.492 penumpang dan LRT Jakarta mencatat 125.118 penumpang.
Perbedaan jumlah penumpang tersebut menunjukkan dominasi Transjakarta dalam penggunaan transportasi publik di antara ketiga moda tersebut. Jumlah penumpangnya sekitar 8,7 kali lipat dibandingkan MRT Jakarta dan lebih dari 322 kali lipat dibandingkan LRT Jakarta.
Angka tersebut merupakan akumulasi perjalanan penumpang selama satu bulan, bukan jumlah individu unik yang menggunakan layanan. Seseorang yang menggunakan transportasi publik berulang kali dapat tercatat dalam beberapa perjalanan.
Data Jumlah Penumpang Transjakarta, MRT, dan LRT
Berikut perbandingan jumlah penumpang ketiga moda transportasi publik di Jakarta pada Juli 2026.
| Peringkat | Moda transportasi | Jumlah penumpang |
| 1 | Transjakarta | 40.318.180 |
| 2 | MRT Jakarta | 4.643.492 |
| 3 | LRT Jakarta | 125.118 |
| Total | 45.086.790 |
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Perkembangan Transportasi DKI Jakarta Juli 2026.
Jika dibandingkan dengan total penumpang ketiga moda tersebut, Transjakarta menyumbang sekitar 89,4%. MRT Jakarta menyumbang sekitar 10,3%, sedangkan LRT Jakarta sekitar 0,3%.
Persentase tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan jumlah penumpang ketiga moda, bukan pangsa seluruh pengguna transportasi publik di Jakarta.
Penumpang Transjakarta Meningkat 7,3%
Jumlah penumpang Transjakarta meningkat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, layanan ini mencatat 37.585.661 penumpang, kemudian naik menjadi 40.318.180 penumpang pada Juli.
Dengan demikian, jumlah penumpang Transjakarta bertambah sekitar 2,73 juta atau 7,3% secara bulanan.
Peningkatan juga terjadi pada MRT Jakarta. Jumlah penumpangnya naik dari 4.349.150 orang pada Juni menjadi 4.643.492 orang pada Juli 2026. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 6,8%.
Sebaliknya, LRT Jakarta mengalami penurunan jumlah penumpang. Dari 134.264 penumpang pada Juni, jumlahnya turun menjadi 125.118 penumpang pada Juli 2026, atau berkurang sekitar 6,8%.
Perbandingan Penumpang Juni dan Juli 2026
| Moda transportasi | Juni 2026 | Juli 2026 | Perubahan |
| Transjakarta | 37.585.661 | 40.318.180 | +7,3% |
| MRT Jakarta | 4.349.150 | 4.643.492 | +6,8% |
| LRT Jakarta | 134.264 | 125.118 | -6,8% |
Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta, Perkembangan Transportasi DKI Jakarta Juni dan Juli 2026.
Mengapa Transjakarta Lebih Banyak Digunakan?
Perbedaan jumlah penumpang ketiga moda transportasi tersebut berkaitan dengan karakteristik layanan masing-masing.
Transjakarta memiliki jaringan layanan bus yang menjangkau berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, MRT Jakarta dan LRT Jakarta beroperasi melalui jalur rel dengan lintasan dan stasiun tertentu.
Perbedaan cakupan jaringan, kapasitas angkut, frekuensi perjalanan, dan akses terhadap titik keberangkatan dapat memengaruhi jumlah penumpang yang menggunakan setiap moda.
Namun, jumlah penumpang saja belum cukup untuk memastikan faktor utama yang menyebabkan Transjakarta lebih banyak digunakan. Analisis lebih lanjut memerlukan data mengenai jangkauan layanan, jumlah armada, frekuensi perjalanan, serta karakteristik mobilitas masyarakat.
Transjakarta Mendominasi Penggunaan Transportasi Publik
Data Juli 2026 memperlihatkan bahwa Transjakarta menjadi moda dengan jumlah penumpang terbanyak di antara tiga layanan transportasi publik utama yang dibandingkan.
Dengan lebih dari 40 juta penumpang dalam sebulan, Transjakarta mencatat angka jauh di atas MRT Jakarta dan LRT Jakarta. MRT berada di posisi kedua, sedangkan LRT mencatat jumlah penumpang paling sedikit di antara ketiganya.
Meski demikian, jumlah penumpang bukan satu-satunya indikator untuk menilai keberhasilan transportasi publik. Kualitas layanan, ketepatan waktu, kenyamanan, kapasitas, dan keterjangkauan jaringan juga menjadi aspek penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Jakarta.
Sumber Data
- •Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, Perkembangan Transportasi DKI Jakarta Juli 2026.
- •Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, Perkembangan Transportasi DKI Jakarta Juni 2026.