- • Jakarta menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik dunia 2026 versi Time Out, naik dua posisi dibandingkan 2025.
- • Sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap transportasi publik Jakarta, yang mencakup layanan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan Mikrotrans.
- • Peningkatan peringkat ini menjadi catatan positif bagi transportasi publik Jakarta, meski kemacetan, pemerataan akses, dan integrasi antarmoda masih menjadi tantangan.
INFORMASI.COM, Jakarta — Jakarta menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik dunia 2026 versi majalah perjalanan Time Out. Posisi tersebut meningkat dua tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Ibu Kota berada di peringkat ke-17.
Dalam survei tersebut, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan transportasi publik Jakarta. Hasil ini menempatkan Jakarta di atas sejumlah kota besar dunia, termasuk Riyadh, Hamburg, Amsterdam, Vancouver, dan Oslo.
Survei yang melibatkan lebih dari 24.000 warga dari berbagai kota di dunia itu mengukur persepsi masyarakat terhadap layanan transportasi umum di kota tempat mereka tinggal. Responden diminta memberikan penilaian menggunakan skala satu hingga lima, mulai dari sangat buruk hingga luar biasa.
Pemeringkatan kemudian disusun berdasarkan persentase responden yang menilai transportasi publik di kotanya baik atau luar biasa. Dengan metode tersebut, hasil survei menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat, bukan perbandingan teknis menyeluruh atas panjang jaringan, kapasitas penumpang, atau ketepatan waktu setiap sistem transportasi.
Peningkatan posisi Jakarta menjadi sorotan di tengah pengembangan jaringan angkutan umum dan integrasi berbagai moda transportasi di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong perluasan konektivitas untuk mempermudah perjalanan masyarakat, termasuk dari wilayah penyangga.
Daftar 20 Kota dengan Transportasi Publik Terbaik Dunia 2026
Survei Time Out menempatkan Taipei, Taiwan, sebagai kota dengan transportasi publik terbaik di dunia pada 2026. Singapura dan Hong Kong menyusul di posisi kedua dan ketiga, sedangkan Jakarta berada di peringkat ke-15 dengan tingkat penilaian positif sebesar 79,2 persen.
Berikut daftar lengkap 20 kota berdasarkan persentase responden yang menilai transportasi publik di kota mereka baik atau luar biasa.
| Peringkat | Kota | Negara/Wilayah | Penilaian Positif |
| 1 | Taipei | Taiwan | 95,0% |
| 2 | Singapura | Singapura | 93,5% |
| 3 | Hong Kong | Hong Kong | 92,8% |
| 4 | Edinburgh | Skotlandia, Britania Raya | 92,4% |
| 5 | Seoul | Korea Selatan | 91,1% |
| 6 | Zurich | Swiss | 90,7% |
| 7 | Wina | Austria | 90,3% |
| 8 | Tallinn | Estonia | 85,3% |
| 9 | Helsinki | Finlandia | 83,6% |
| 10 | Medellín | Kolombia | 83,0% |
| 11 | Shanghai | China | 82,7% |
| 12 | Warsawa | Polandia | 81,9% |
| 13 | Osaka | Jepang | 81,6% |
| 14 | Stockholm | Swedia | 80,3% |
| 15 | Jakarta | Indonesia | 79,2% |
| 16 | Riyadh | Arab Saudi | 78,2% |
| 17 | Hamburg | Jerman | 77,0% |
| 18 | Amsterdam | Belanda | 76,9% |
| 19 | Vancouver | Kanada | 76,7% |
| 20 | Oslo | Norwegia | 75,9% |
Sumber data tabel: survei Time Out 2026. Angka menunjukkan persentase responden yang memberikan penilaian baik atau luar biasa terhadap transportasi publik di kota masing-masing.
Integrasi Transportasi Jadi Fokus Pengembangan Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai peningkatan peringkat Jakarta tidak terlepas dari integrasi berbagai moda transportasi. Layanan tersebut mencakup MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, dan Mikrotrans.
Setiap moda memiliki fungsi berbeda dalam mendukung mobilitas masyarakat. MRT dan LRT menyediakan transportasi berbasis rel, sedangkan Transjakarta melayani perjalanan menggunakan bus melalui jaringan koridor dan rute pengumpan. Mikrotrans membantu menghubungkan kawasan permukiman dengan jaringan transportasi utama.
Sementara itu, Transjabodetabek menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Layanan lintas wilayah ini penting karena banyak warga yang tinggal di luar Jakarta melakukan perjalanan ke Ibu Kota untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya.
Pramono menyatakan pemerintah daerah akan melanjutkan upaya menghubungkan kawasan yang belum terjangkau secara optimal oleh transportasi publik, terutama melalui pengembangan layanan Transjabodetabek.
Perluasan konektivitas tersebut diharapkan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi. Namun, efektivitasnya juga bergantung pada frekuensi perjalanan, keterjangkauan tarif, kemudahan perpindahan moda, dan akses menuju halte atau stasiun.
Jakarta Masih Menghadapi Tantangan Transportasi
Peningkatan peringkat Jakarta menjadi posisi ke-15 dunia merupakan capaian positif, tetapi hasil survei tersebut tidak berarti seluruh persoalan transportasi di Ibu Kota telah terselesaikan.
Kemacetan masih menjadi tantangan mobilitas perkotaan. Selain itu, akses menuju halte dan stasiun, pemerataan jaringan angkutan umum, serta kenyamanan saat berpindah antarmoda masih perlu mendapat perhatian.
Pengalaman pengguna juga dapat berbeda berdasarkan lokasi tempat tinggal. Warga yang tinggal dekat stasiun MRT atau koridor utama Transjakarta mungkin memiliki akses lebih mudah dibandingkan masyarakat yang harus menempuh perjalanan tambahan untuk mencapai halte atau stasiun terdekat.
Karena itu, pengembangan transportasi publik perlu mencakup kawasan yang belum terhubung secara optimal dengan jaringan utama. Pemerintah juga perlu memastikan layanan tetap aman, nyaman, terjangkau, dan dapat diandalkan, terutama pada jam sibuk.
Hasil survei Time Out dapat menjadi salah satu indikator untuk memahami persepsi masyarakat terhadap transportasi publik. Namun, penilaian tersebut perlu dibaca sesuai metodologinya karena tidak mengukur seluruh aspek teknis layanan secara langsung.
Jakarta menempati peringkat ke-15 kota dengan transportasi publik terbaik dunia pada 2026, dengan 79,2 persen responden memberikan penilaian positif. Posisi tersebut meningkat dua tingkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan peningkatan itu melalui integrasi antarmoda, perluasan layanan ke daerah penyangga, dan pemerataan akses agar transportasi publik semakin mudah digunakan oleh masyarakat.
Sumber:
Time Out, The World’s Best Cities for Public Transport in 2026, According to Locals