Sulit Dihitung Jari, Nilai Utang Luar Negeri Makin Ngeri

INFORMASI.COM, Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2024 makin membesar. Nilainya mencapai US$425,1 miliar.
Angka setara Rp6,577,57 triliun (kurs JISDOR Rp15.473 per US$) itu naik 4,08% dari posisi akhir 2023 US$408,44 miliar.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, posisi ULN Agustus 2024 dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global. "Termasuk Rupiah," kata Ramdan, Senin (14/10/2024).
Pemerintah Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Mulai TergerusSecara rinci, posisi ULN pemerintah pada Agustus 2024 sebesar US$200,4 miliar, atau tumbuh sebesar 4,6% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 0,6% (yoy).
Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan semakin terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Wih! Pemerintah Rilis Surat Utang dengan Tenor 40 TahunSementara itu, ULN swasta tercatat sebesar US$197,8 miliar atau tumbuh sebesar 1,3% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 0,5% (yoy). Perkembangan ULN tersebut terutama didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang mencatatkan pertumbuhan 1,6% (yoy).
Ramdan menilai, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga sebesar 31,0%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,3% dari total ULN.
Terlepas dari pernyataan Ramdan, ULN Indonesia pada Agustus 2024 bertambah US$10,8 miliar atau Rp167,1 triliun hanya dalam kurun waktu satu bulan. Di bulan sebelumnya (Juli 2024) ULN Indonesia masih berada di level US$414,3 miliar.
Bahkan jika ditarik lebih jauh lagi, ULN Indonesia pada Agustus 2024 menjadi yang paling tinggi dalam beberapa tahun ke belakang.
Komentar (0)
Login to comment on this news