Rencana Tarif Impor Trump Bikin Pengusaha AS Menjerit

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden terpilih AS, Donald Trump, berencana mengenakan tarif sebesar 25% pada semua impor dari beberapa negara, termasuk Meksiko. Pengenaan tarif ini membuat pengusaha menjerit.
Dikutip dari Arab News, Kamis (28/11/2024), seorang pengusaha grosir M&M Tomatoes and Chile Company, Melquiades Flores, berkata kebijakan ini akan berdampak kepada bisnisnya. Flores berkata barang yang digunakan merupakan impor dari Meksiko.
Donald Trump Tunjuk Manajer Kampanyenya, Susie Wiles Sebagai Kepala Staf Gedung PutihFlores, yang telah tinggal di Los Angeles, AS, selama 40 tahun, memulai harinya sejak pukul 01.00 dini hari untuk mengawasi distribusi hasil panen dari Meksiko, seperti tomat dan cabai, ke berbagai rumah, hotel, dan restoran.
"Setiap tarif adalah pajak tambahan yang mempengaruhi semua orang, termasuk mereka yang membeli satu hingga 10 ribu pon," ujar Flores.
Sebagian besar pasokan grosirnya berasal dari negara bagian Meksiko, termasuk Sinaloa dan Baja California. Flores menjelaskan bahwa musim panen cabai di California hanya berlangsung empat bulan, sehingga ia tidak punya pilihan selain mengimpor hasil panen sepanjang tahun.
Flores khawatir tarif ini akan memaksa kenaikan harga yang harus ditanggung oleh konsumen.
"Berapa pun (tarif) yang dikenakan kepada kami, akan membebankan konsumen," kata dia.
Flores berharap pemerintah bisa mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari kebijakan ini.
Gedung Putih Kecam Tuduhan Elon Musk Terkait Percobaan Pembunuhan TrumpSekadar informasi, Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25% pada barang impor dari Meksiko dan Kanada. Dia juga memberikan tambahan 10% pada impor dari Tiongkok.
Kebijakan tarif Trump mendapat kritik dari berbagai pihak. Pejabat dari Meksiko, Kanada, dan China menilai kebijakan ini dapat memicu inflasi dan mengganggu ekonomi global. Selain itu, kelompok industri besar memperingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi merusak pasar tenaga kerja di berbagai sektor.
Komentar (0)
Login to comment on this news