BPS: Neraca Perdagangan November 2024 Surplus US$4,42 Miliar

INFORMASI.COM, Jakarta - Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$4,42 miliar (Rp70,78 triliun) pada November 2024.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa capaian ini melanjutkan tren positif neraca perdagangan yang telah mencatatkan surplus selama 55 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Impor Beras Indonesia Januari-November 2024 Naik 52,17%, Didominasi Thailand"Dengan demikian, Bapak Ibu, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 55 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Amalia dalam konferensi pers pada Senin (16/12/2024), dikutip dari Youtube BPS.
Menurut Amalia, surplus pada November 2024 ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu.
"Surplus ini terutama ditopang oleh komoditas nonmigas, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta besi dan baja," jelas dia.
Berdasarkan negara mitra, ada sejumlah negara yang mencatatkan surplus perdagangan dengan Indonesia. Salah satunya adalah Amerika Serikat (AS). Indonesia mencatatkan surplus sebanyak US$1,58 miliar (Rp25,26 triliun).
"Surplus ini disumbang oleh mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian rajutan, serta alas kaki," kata Amalia.
Kemenkeu: Surplus Neraca Perdagangan Bukti Ekonomi ResilienSelain itu, India memberikan surplus sebesar US$1,12 miliar (Rp17,9 triliun) melalui bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta bahan kimia organik.
Negara ketiga yang menyumbang surplus perdagangan adalah Filipina yang sebanyak US$0,77 miliar (Rp12,31 triliun).
"Ditopang oleh kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, serta berbagai makanan olahan," kata dia.
Komentar (0)
Login to comment on this news