Peluang Vs Risiko Investasi Saham

INFORMASI.COM, Jakarta - Investasi saham kini menjadi salah satu pilihan populer, terutama di kalangan generasi muda. Dengan perkembangan teknologi, investasi secara digital semakin mudah diakses, memberikan peluang besar bagi mereka yang cepat beradaptasi.
Namun, penting untuk dipahami bahwa keuntungan dari investasi saham tidak sama dengan penghasilan tetap dari pekerjaan atau bisnis seperti penjualan barang kebutuhan sehari-hari.
Meski memiliki potensi pengembalian yang tinggi, saham juga membawa risiko besar. Dalam dunia investasi, dikenal prinsip "high risk, high return".
Sering Dijumpai di Pasar Saham, Ini Bedanya Investor dan TraderDikutip dari laman Bursa Efek Indonesia, Kamis (26/27/12/2024) Saham merupakan instrumen investasi dengan risiko tertinggi dibandingkan obligasi atau deposito. Saham adalah bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan.
Investor memiliki hak atas dividen dan potensi keuntungan berupa capital gain, yaitu selisih kenaikan harga saham dari waktu pembelian hingga penjualan. Jika harga saham naik tetapi belum dijual, keuntungan tersebut disebut potential capital gain.
Namun, fluktuasi harga saham adalah risiko utama yang harus diantisipasi. Perubahan harga dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kinerja perusahaan, suku bunga, inflasi, hingga nilai tukar.
Jika seorang investor berencana menjual saham dalam waktu dekat tetapi harga saham turun, kerugian dapat terjadi. Strategi investasi jangka panjang dapat membantu mengurangi risiko ini, karena harga saham cenderung naik seiring pertumbuhan perusahaan.
Selain risiko fluktuasi harga, ada risiko capital loss ketika harga saham turun di bawah harga beli. Investor dapat memilih untuk menjual saham dengan cut loss guna membatasi kerugian lebih lanjut. Risiko lain adalah tidak mendapatkan dividen jika perusahaan memutuskan untuk menahan laba demi ekspansi atau membayar utang.
Prabowo Ingatkan Risiko Main Saham bagi Orang KecilRisiko likuidasi menjadi ancaman terbesar bagi pemegang saham, yaitu ketika perusahaan dinyatakan bangkrut. Pemegang saham berada di urutan terakhir dalam pembagian sisa aset perusahaan. Oleh karena itu, investor perlu memantau kinerja perusahaan dan aksi korporasi untuk mengambil keputusan yang tepat.
Dengan memahami peluang dan risiko, investor dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan investasi di pasar modal.
(Penulis: Aria Indra Darmawan)
Komentar (0)
Login to comment on this news