INFORMASI.COM, Tokyo - INPEX Corporation mengumumkan dimulainya pekerjaan Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi di Blok Masela, Indonesia.
Apa itu FEED?
FEED akan mencakup perancangan fasilitas produksi dan pemrosesan gas dari Lapangan Abadi, serta pembangunan pabrik LNG darat (on-shore LNG Plant/OLNG).
Pekerjaan ini dibagi dalam empat paket utama:
- •OLNG
- •FPSO (Floating Production Storage and Offloading)
- •SURF (Subsea Umbilicals, Risers, and Flowlines)
- •GEP (Gas Export Pipeline)
Semua paket mencakup elemen carbon capture and storage (CCS).
Metode Dual FEED
Untuk paket FPSO, INPEX menerapkan skema dual FEED:
- •Dua konsorsium kontraktor akan bekerja paralel namun terpisah untuk menciptakan kompetisi sehat.
- •Konsorsium dengan hasil terbaik secara teknis dan komersial akan melanjutkan ke tahap EPC (Engineering, Procurement, and Construction).
Paket OLNG akan menggunakan metode serupa.
Kontraktor FEED yang Ditunjuk
FPSO:
- •Konsorsium 1: PT Technip Engineering Indonesia, PT Technip Indonesia, PT JGC Indonesia
- •Konsorsium 2: PT Saipem Indonesia, PT Tripatra Engineers & Constructors, PT Tripatra Engineering, PT McDermott Indonesia
SURF dan GEP: PT Worley SEA Indonesia
Spesifikasi Proyek Abadi LNG
Diagram Proyek Abadi LNG Blok Masela.
Produksi tahunan:
- •10.5 juta ton gas (ekuivalen LNG)
- •Termasuk 9.5 juta ton LNG & gas pipa lokal
- •Hingga 35.000 barel kondensat per hari
Durasi kontrak: hingga 15 November 2055
Luas wilayah: ±2.503 km²
Lokasi: 170–180 km barat daya Kepulauan Tanimbar
Kedalaman laut: 400–800 meter
Struktur kepemilikan:
- •INPEX Masela Ltd. (operator) – 65%
- •Pertamina Hulu Energi Masela – 20%
- •Petronas Masela Sdn. Bhd. – 15%
Dampak dan tujuan
- •Perkuat keamanan energi di Indonesia, Jepang, dan Asia
- •Stabilkan pasokan energi rendah karbon
- •Dorong pengembangan kawasan timur Indonesia
- •Bantu capai target net zero emisi CO₂ Indonesia pada 2060