BI: Transaksi QRIS di Bawah Rp500 Ribu Gratis sejak Desember 2024

BI: Transaksi QRIS di Bawah Rp500 Ribu Gratis sejak Desember 2024
Ilustrasi Qris. Foto: Antara

INFORMASI.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa mulai Desember 2024, seluruh transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan nilai di bawah Rp500 ribu tidak lagi dikenakan biaya layanan atau Merchant Discount Rate (MDR).

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya BI memperluas adopsi pembayaran digital di kalangan masyarakat dan pelaku usaha kecil.

  • Sebelumnya, MDR sebesar 0,3 persen dikenakan untuk transaksi lebih dari Rp100 ribu.
  • Mulai Desember 2024, potongan tersebut dihapus untuk transaksi di bawah Rp500 ribu.
  • Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong transaksi non-tunai di sektor UMKM dan layanan publik.

Sampai akhir 2024 QRIS masih ada potongan 0,3 persen. Desember 2024 itu sudah kami hilangkan. Jadi transaksi di bawah Rp500 ribu, gratis.

— Yosamartha, Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Kamis  (6/11/2025).

Kesadaran Publik Masih Rendah

Meski kebijakan ini sudah berlaku, BI menilai banyak pelaku usaha belum mengetahui penghapusan biaya tersebut.

  • BI menegaskan MDR QRIS sudah 0 persen untuk transaksi mikro.
  • Sosialisasi akan terus dilakukan agar pelaku UMKM memahami keuntungan menggunakan QRIS.

Banyak yang belum tahu kalau sekarang (biaya 0,3 persen) itu sudah dihilangkan, sudah dicabut, jadi 0 persen sekarang. QRIS bebas biaya (untuk transaksi di bawah Rp500 ribu).

— Yosamartha mengatakan.

Jakarta Jadi Pusat Transaksi QRIS Nasional

Penggunaan QRIS di ibu kota mencatat penetrasi tertinggi di Indonesia.

  • Tercatat 6 juta pengguna QRIS di Jakarta, dengan jumlah merchant yang sama.
  • Target BI adalah 7 juta merchant terdaftar di wilayah DKI.
  • Jakarta menyumbang 40 persen dari total transaksi QRIS nasional.
  • Dari lima wilayah administrasi, Jakarta Selatan paling dominan (35%), disusul Jakarta Barat (24%), Jakarta Pusat (17%), serta Jakarta Utara dan Timur di posisi berikutnya.

Kalau merchant saat ini baru sekitar 85 persen ada target. Targetnya sekitar 7 juta.

— Yosamartha menambahkan.

(ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.