Pertamina: 98 Persen SPBU di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Sudah Beroperasi

Pertamina: 98 Persen SPBU di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Sudah Beroperasi
Ratusan jeriken milik masyarakat terpajang di depan SPBU 14.236.100 di ruas Jalan Manekroo Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (6/12/2025). Foto: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

INFORMASI.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berfungsi normal.

Dari total SPBU di ketiga provinsi tersebut, 688 unit atau 98 persen kini sudah beroperasi, termasuk dengan layanan 24 jam untuk mengurai antrean.

Perusahaan juga menambah jumlah petugas dan didukung oleh personel TNI dan Polri untuk memperlancar pelayanan di lokasi.

Untuk SPBU sudah sebagian besar kami perbaiki. SPBU kami maksimalkan beroperasi 24 jam, supaya mengurai antrean yang beberapa waktu lalu cukup panjang.

— Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Kirim BBM Pakai Pesawat ke Daerah Terisolir

Simon menegaskan fokus saat ini adalah pendistribusian energi ke daerah-daerah terisolir, terutama mendistribusikan solar bagi alat-alat berat. Dukungan BBM untuk alat berat terus dilakukan untuk membuka akses jalan dan evakuasi.

Untuk menjangkau wilayah yang akses jalannya masih terputus seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah, Pertamina menyewa pesawat perintis dan mempersiapkan pesawat Hercules.

Contohnya, Aceh Tengah dan Bener Meriah, di mana beberapa waktu lalu kami sewa pesawat perintis untuk mengirimkan solar untuk alat-alat berat dan kami juga akan mengirim dengan Hercules yang volumenya lebih besar.

— Simon mengatakan.

Metode serupa juga akan digunakan untuk menyalurkan LPG dengan memperhatikan aspek keselamatan. Distribusi LPG ke daerah terisolir akan dilakukan dengan metode sling load.

Kami juga berkoordinasi untuk pengiriman (LPG) di daerah-daerah terdampak. Dan, yang akan kami lakukan dalam waktu dekat menggunakan sling load untuk pengiriman LPG dengan tetap memperhatikan aspek safety.

— Dirut Pertamina menyatakan.

Bantuan Kemanusiaan

Selain pemulihan infrastruktur energi, Pertamina juga memberikan bantuan kemanusiaan sejak 28 November 2025.

  • Bantuan tersebut juga mencakup kebutuhan pangan hingga dukungan energi dalam bentuk tabung gas dan berbagai jenis BBM.
  • Dukungan energi meliputi 275 tabung Bright Gas, 25 kiloliter BBM di antaranya Dexlite, Pertamax, Biosolar, dan 19,8 kiloliter Avtur.
  • Bantuan logistik juga disalurkan ke 161 posko dan 111 dapur umum.
  • Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp5,3 miliar.

(ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.