INFORMASI.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham.
Nilai total dividen diperkirakan mencapai Rp9,3 triliun, mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang solid. Perhitungan mengacu pada 93,33 miliar lembar saham beredar dan memperhitungkan treasury share hasil buyback.
Pengumuman dividen interim ini disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembagian didasarkan pada jumlah saham beredar dan memperhitungkan kebijakan buyback saham yang telah dilakukan perusahaan.
Klaim Capaian Positif
Keputusan pembagian dividen interim didukung oleh capaian kinerja operasional yang positif. Hingga triwulan ketiga 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan yang sehat.
- •Laba bersih konsolidasi hingga triwulan III 2025 tercatat sebesar Rp37,3 triliun.
- •Total pendapatan bank tumbuh 4,79% year-on-year (yoy) menjadi Rp112 triliun.
- •Secara bulanan, laba bersih (bank only) hingga November 2025 tumbuh pesat sebesar 28,7%.
Selain profitabilitas, fundamental bisnis Bank Mandiri juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga.
- •Kredit hingga November 2025 tumbuh 13,1% yoy menjadi Rp1.452 triliun.
- •Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 15,9% yoy mencapai Rp1.584 triliun.
- •Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tetap optimal di kisaran 91%.
- •Rasio Non-Performing Loan (NPL) menunjukkan perbaikan dengan realisasi 0,99% per November 2025.
- •Total aset (bank only) tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp2.120 triliun.
Jadwal pembayaran dividen akan diumumkan oleh perseroan dalam waktu dekat. Di hari yang sama, Bank Mandiri juga telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan perubahan anggaran dasar dan rencana kerja tahun 2026.
(ANT)