Ekspor Indonesia Meningkat, Tiongkok Masih Tujuan Terbesar

Ekspor Indonesia Meningkat, Tiongkok Masih Tujuan Terbesar
Ilustrasi
Ikhtisar
  • Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia sepanjang Januari-November 2025.
  • Total nilai ekspor Indonesia naik 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Ekspor nonmigas sektor industri pengolahan dan pertanian mencatat peningkatan signifikan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia sepanjang periode Januari hingga November 2025. Nilai ekspor mencapai sebesar 58,24 miliar dolar AS atau 23,80 persen dari keseluruhan total nilai ekspor.

Secara keseluruhan, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-November 2025 mencapai 256,56 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 5,61 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa ekspor Indonesia ke Tiongkok tetap mendominasi dibandingkan negara tujuan lainnya.

BPS mencatat sejumlah komoditas utama yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Tiongkok dengan nilai ekspor terbesar meliputi besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel.

Pada Januari-November 2025, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar yaitu sebesar 58,24 miliar dolar AS atau 23,80 persen, diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 28,14 miliar dolar AS atau 11,50 persen, dan India sebesar 16,44 miliar dolar AS atau 6,72 persen.

— Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa juga Naik

Selain Tiongkok, kinerja ekspor Indonesia ke kawasan regional dan Eropa juga menunjukkan pertumbuhan. BPS mencatat ekspor Indonesia ke ASEAN dan Uni Eropa mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor ke negara-negara ASEAN mencapai 47,21 miliar dolar AS, sementara nilai ekspor ke Uni Eropa mencapai 17,74 miliar dolar AS.

Pudji Ismartini menyampaikan bahwa secara tahunan, ekspor ke ASEAN meningkat 13,55 persen, sementara ekspor ke Uni Eropa tumbuh 11,43 persen dibandingkan Januari-November 2024.

Dari sisi komoditas nonmigas, BPS mencatat sebagian besar komoditas utama mengalami kenaikan nilai ekspor sepanjang Januari-November 2025.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-November 2025, seluruh komoditas mengalami peningkatan kecuali bahan bakar mineral.

— Pudji menerangkan. 

Ekspor Nonmigas Tertinggi

Sejalan dengan kinerja ekspor total, nilai ekspor nonmigas Indonesia tercatat mencapai 244,75 miliar dolar AS atau naik 7,07 persen dibandingkan Januari–November 2024.

Komoditas dengan peningkatan nilai ekspor tertinggi adalah lemak dan minyak hewani atau nabati. Pudji Ismartini menyebutkan bahwa nilai ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati meningkat sebesar 6,36 miliar dolar AS atau naik 26,24 persen.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan kinerja yang beragam. BPS mencatat ekspor nonmigas sektor industri pengolahan mengalami peningkatan signifikan.

Selama Januari-November 2025, ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan meningkat 14 persen dibanding Januari-November 2024.

— Pudji mengatakan. 

Ia menjelaskan peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit. Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi.

Ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan sepanjang Januari–November 2025 meningkat sebesar 24,63 persen, yang disebabkan oleh meningkatnya ekspor kopi.

Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan dan lainnya mengalami penurunan. Pudji Ismartini menyampaikan bahwa ekspor sektor ini turun sebesar 24,24 persen, terutama disebabkan oleh menurunnya ekspor batubara.

Sementara itu, nilai impor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai 218,02 miliar dolar AS. BPS mencatat nilai impor tersebut meningkat 2,03 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.