Harga Emas Sentuh Rp2,6 Juta per Gram, Kenapa Naik Terus?

Harga Emas Sentuh Rp2,6 Juta per Gram, Kenapa Naik Terus?
Ilustrasi
Ikhtisar
  • Harga emas di Indonesia kembali menguat pada 8 Januari 2026. Rata-rata harga jual sudah Rp2,6 juta per gram.
  • Secara global, harga emas juga mencatat kenaikan signifikan sepanjang tahun 2025 dan diperkirakan masih melanjutkan reli.
  • Sejumlah analis bilang harga emas terus naik karena permintaan safe-haven yang meningkat akibat kondisi ekonomi global yang juga masih bergejolak.

INFORMASI.COM, Jakarta - Harga emas di pasar domestik kembali menunjukkan penguatan pada Kamis (8/1/2026). Data dari laman resmi Sahabat Pegadaian menunjukkan dua produk emas batangan, Galeri24 dan UBS, mencatat kenaikan harga dibanding hari sebelumnya.

Untuk produk emas Galeri24, harga jual pada 8 Januari 2026 berada di angka Rp2.599.000 per gram, naik dari posisi Rp2.582.000 per gram pada 6 Januari 2026, atau mengalami kenaikan Rp17.000 per gram.

Sementara untuk emas UBS, harga jual tercatat Rp2.648.000 per gram, naik Rp10.000 dari sebelumnya Rp2.638.000 per gram.

Emas batangan tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram untuk Galeri24, serta 0,5 gram hingga 500 gram untuk UBS, dengan harga yang beragam sesuai ukuran masing-masing.

Thumbnail Inflasi Indonesia pada 2025 Capai 2,92 Persen, Emas Penyumbang Terbesar
i

Baca Juga

Inflasi Indonesia pada 2025 Capai 2,92 Persen, Emas Penyumbang Terbesar

Ekonomi

Kenaikan Emas Global dalam Setahun

Selain data domestik, harga emas dunia juga menunjukkan tren penguatan kuat sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan laporan MoneyWeek, harga emas global mencatat rekor, dengan level tertinggi sekitar US$4.550 per troy ounce di akhir Desember 2025. Angka itu mencerminkan pertumbuhan harga emas di atas 65% sepanjang 2025. Ini menjadi salah satu kenaikan tahunan terbesar sejak beberapa dekade terakhir.

Perlu dipahami bahwa 1 troy ounce emas adalah sekitar 31,1035 gram. Jika harga emas global pada akhir 2025 berada di sekitar US$4.550 per troy ounce, dengan kurs misalnya Rp16.500 per dollar AS, maka harga emas dalam rupiah menjadi Rp75.075.000 per troy ounce atau rata-rata harga emas global Rp2.414.000 per gram.

Sebagai pembanding, pada awal 2025 harga emas global berada di sekitar US$2.700 per troy ounce, atau setara Rp44.550.000. Kasarnya, harga emas global rata-rata dibanderol Rp1.433.000 per gram.

Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun, kenaikan harga emas 24 karat setara global mencapai sekitar Rp981.000 per gram.

Angka tersebut menunjukkan bahwa emas menjadi salah satu aset dengan kinerja tahunan paling menonjol sepanjang 2025, sejalan dengan tren global meningkatnya permintaan aset lindung nilai.

Thumbnail Freeport Proyeksikan Produksi Emas Tembus 43 Ton pada 2028
i

Baca Juga

Freeport Proyeksikan Produksi Emas Tembus 43 Ton pada 2028

Ekonomi

Apa Penyebab Harga Emas Terus Naik?

Menurut laporan dari Financial Times, berikut beberapa faktor fundamental yang disebut oleh pakar global sebagai pendorong reli emas:

  • Permintaan safe-haven meningkat: Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global membuat investor mencari aset yang dianggap aman seperti emas.
  • Bank sentral aktif membeli emas: Sentimen pembelian oleh bank sentral, terutama di negara berkembang, turut menopang harga.
  • Ekspektasi penurunan suku bunga: Harapan pasar bahwa bank sentral besar seperti Federal Reserve AS akan menurunkan suku bunga bisa membuat emas lebih menarik karena biaya peluang memegang emas (non-yielding asset) menjadi lebih rendah.
  • Inflasi dan depresiasi mata uang: Kekhawatiran terhadap inflasi dan melemahnya mata uang fiat mendorong investor diversifikasi ke logam mulia untuk melindungi nilai kekayaan.

Peringatan dari Ray Dalio

Dalam Business Insider, pakar investor global Ray Dalio, misalnya, khawatir bahwa kenaikan harga emas terus menerus, terutama pada 2025, mengandung peringatan bagi para investor. Apalagi, logam mulia ini mengalami tahun terbaiknya sejak tahun 1970-an.

Investasi utama terbaik tahun ini adalah posisi beli emas, menghasilkan keuntungan 65% dalam dolar, yang mengungguli indeks S&P yang hanya menghasilkan keuntungan 18% dalam dolar, Atau, dengan kata lain, S&P turun 28% dalam nilai emas.

— Ray Dalio, dalam Business Insider, Selasa (6/1/2026).

Ia menyebut reli harga emas yang melesat sebagai sinyal bahwa pasar sedang mengalami tekanan ekonomi yang lebih dalam, termasuk depresiasi nilai mata uang dan ketidakpastian ekonomi.

Ketika mata uang seseorang turun, hal itu mengurangi kekayaan dan daya beli seseorang sehingga membuat barang dan jasa orang lain lebih murah dalam mata uang lain, dan membuat barang dan jasa orang lain lebih mahal dalam mata uang sendiri.

— Ray Dalio menerangkan lebih lanjut.

Thumbnail Antam Impor 30 Ton Emas dari Singapura dan Australia
i

Baca Juga

Antam Impor 30 Ton Emas dari Singapura dan Australia

Ekonomi

Harga Emas Sudah Capai Titik Tertinggi?

Sejumlah analis internasional memberikan perspektifnya tentang apakah saat ini waktu yang tepat untuk berinvestasi emas:

1. Prospek Positif (jangka menengah–panjang)

  • Morgan Stanley memproyeksikan bahwa harga emas bisa mencapai US$4.800 per troy ounce pada akhir 2026, didorong oleh permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor sebagai aset safe-haven.
  • Survei Bank of America bahkan menyebut potensi emas mencapai atau menembus level US$5.000 per troy ounce dalam beberapa kondisi pasar tertentu.

2. Risiko Overbought dan Volatilitas Jangka Pendek

  • Meski demikian, tren reli panjang ini memunculkan sinyal teknikal yang menyatakan emas sudah berada dalam zona overbought, sehingga ada kemungkinan koreksi harga dalam jangka pendek sebelum tren naik kembali berlanjut.

Saat Ini Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Emas?

Para analis cenderung menyimpulkan bahwa emas tetap layak sebagai alat lindung nilai jangka panjang, khususnya dalam portofolio diversifikasi, tetapi strategi pengambilan untung bisa berbeda tergantung tujuan investor.

  • Untuk lindung nilai jangka panjang: Banyak pakar menyarankan tetap memegang emas sebagai asuransi terhadap inflasi dan gejolak global.
  • Untuk aksi profit taking jangka pendek: Jika emas sudah berada dalam fase overbought (teknikal), sebagian investor mempertimbangkan agar menjual sebagian untuk realisasi keuntungan, kemudian membeli kembali saat terjadi koreksi harga.
Thumbnail United Tractors Akuisisi Unit Tambang Emas J Resources Senilai US$540 Juta
i

Baca Juga

United Tractors Akuisisi Unit Tambang Emas J Resources Senilai US$540 Juta

Ekonomi

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.