Pertumbuhan Hasil Investasi Asuransi Jasindo Melesat 12,30 Persen

Pertumbuhan Hasil Investasi Asuransi Jasindo Melesat 12,30 Persen
Logo Jasindo
Ikhtisar
  • PT Asuransi Jasindo mencatatkan pertumbuhan hasil investasi sebesar 12,30% (yoy) menjadi Rp 265,87 miliar hingga November 2025.
  • Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi investasi berbasis kewajiban (Liability Driven Investment/LDI) dan kinerja positif instrumen obligasi pemerintah.
  • Menghadapi 2026, perusahaan akan tetap mengoptimalkan strategi LDI sambil mendiversifikasi portofolio ke instrumen lain seperti reksadana dan saham.

INFORMASI.COM, Jakarta - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo membukukan kinerja investasi yang positif hingga akhir kuartal ketiga tahun lalu. Perusahaan pelat merah itu mencatat pertumbuhan hasil investasi sebesar 12,30% secara tahunan (year-on-year/YoY) per November 2025.

Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengungkapkan nilai realisasi dari pertumbuhan tersebut. Hasil investasi perseroan mencapai Rp 265,87 miliar, seiring dengan tren positif di industri asuransi umum dan reasuransi.

Pertumbuhan hasil investasi ditopang oleh penerapan prinsip kehati-hatian serta strategi liability driven investment (LDI), di mana alokasi aset investasi disesuaikan dengan profil liabilitas perusahaan.

— Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Jasindo, di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, strategi LDI tersebut menghasilkan optimalisasi imbal hasil dengan tingkat risiko yang terukur. Pendekatan ini sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya di masa depan.

Kontributor utama peningkatan hasil investasi Jasindo berasal dari kinerja instrumen obligasi. Obligasi pemerintah tercatat mencatatkan performa yang positif sepanjang periode 2025.

Memasuki tahun 2026, perseroan menilai prospek ekonomi masih cukup positif meski dihantui sejumlah tantangan. Dinamika geopolitik global dan kondisi suku bunga rendah berpotensi memberikan tekanan pada imbal hasil investasi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jasindo akan tetap mengimplementasikan strategi LDI. Perusahaan juga akan melakukan diversifikasi penempatan dana investasi, termasuk dengan mengoptimalkan instrumen alternatif seperti reksadana dan saham.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025 menunjukkan tren serupa di tingkat industri. Hasil investasi industri asuransi umum dan reasuransi tercatat tumbuh 15,96% (yoy) dengan nilai mencapai Rp 8,36 triliun.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.