- • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8 persen dan memicu penghentian sementara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
- • Trading halt diberlakukan menurut aturan penanggulangan pasar ketika IHSG melemah tajam untuk memberikan ruang bagi investor.
- • Perdagangan kembali dilakukan sekitar 14.13 WIB setelah penghentian 30 menit.
- • Sentimen negatif muncul di lantai bursa bermula dari pengumuman MSCI yang menerapkan pembekuan sementara terhadap rebalancing indeks saham Indonesia
INFORMASI.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada Rabu siang setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen pada sesi perdagangan sesi II.
Pada pukul 13.43 WIB, IHSG melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78, sementara kelompok 45 saham unggulan (LQ45) turun 7,73 persen menjadi 808,41. Penurunan ini memicu penghentian sementara perdagangan saham secara otomatis sesuai ketentuan BEI.
Menurut pedoman bursa, penghentian sementara (trading halt) dilakukan bila IHSG turun lebih dari 8 persen dalam satu hari perdagangan. Ketentuan ini merupakan bagian dari surat keputusan direksi BEI tanggal 8 April 2025 yang mengatur panduan pasar dalam kondisi darurat dan peraturan perdagangan efek bersifat ekuitas.
Dengan mekanisme ini, perdagangan diperkirakan akan dilanjutkan sekitar pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal resmi. Aturan trading halt dibuat untuk memberi waktu kepada pelaku pasar menilai informasi dan menentukan strategi investasi mereka saat terjadi pergerakan harga yang tajam.
Sentimen Negatif MSCI
Sentimen negatif muncul di lantai bursa bermula dari pengumuman MSCI yang menerapkan pembekuan sementara terhadap rebalancing indeks saham Indonesia, termasuk penghentian sementara kenaikan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares saham yang tergabung dalam indeks global.
MSCI juga menyatakan bahwa mereka tidak akan menambahkan saham Indonesia baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan akan menahan kenaikan segmen ukuran saham antar indeks, seperti perpindahan dari segmen Small Cap ke Standard Index.
MSCI menyampaikan bahwa pembekuan sementara itu dilakukan sambil memberi waktu kepada otoritas pasar Indonesia untuk melakukan perbaikan transparansi secara lebih menyeluruh.
Permintaan jual yang dominan di pasar saham domestik tercermin dari banyaknya jumlah saham yang melemah pada sesi pagi, sementara hanya segelintir saham yang mampu mencatat penguatan. Volume perdagangan saham mencapai puluhan miliar unit dengan nilai transaksi tinggi, memperkuat gambaran tekanan jual yang meluas di pasar.
Di sisi nilai, rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi yang sama, meskipun tekanan di pasar saham kuat. Data awal menunjukkan dolar AS melayang di kisaran angka tertentu terhadap rupiah, mencerminkan reaksi pasar luar negeri yang sedikit berbeda dengan dinamika pasar modal domestik.