- • Harga emas dunia menembus US$5.500 per troy ons pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
- • Lonjakan harga emas terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
- • Sejak awal 2026, harga emas terus mencetak rekor baru seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai di pasar global.
INFORMASI.COM, Jakarta - Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi setelah menembus level US$5.500 per troy ons pada penutupan perdagangan Rabu (29/1/2026) atau Kamis dinihari WIB. Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan emas yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Pergerakan harga tersebut tercermin pada kontrak emas di pasar internasional yang terus bergerak naik sejak sesi perdagangan Asia hingga Eropa. Penguatan berlanjut ke sesi Amerika, sehingga harga emas berhasil melewati level psikologis baru di atas US$5.500 per troy ons.
Baca Juga
Makin Mahal! Harga Emas Antam Tembus Rp3,3 Juta per Gram di Pegadaian
Ekonomi
Kenapa Harga Emas Bisa Naik?
Kenaikan harga emas kali ini terjadi setelah Federal Reserve Amerika Serikat memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Keputusan tersebut memperkuat daya tarik emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga cenderung diminati saat suku bunga tidak naik.
Selain faktor kebijakan moneter, ketidakpastian global juga mendorong permintaan emas. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar, serta fluktuasi nilai tukar mata uang utama meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Secara kronologis, harga emas telah menunjukkan tren naik sejak awal Januari 2026. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas berulang kali mencetak rekor baru, dimulai dari level di atas US$5.300 per troy ons, kemudian menembus US$5.400, hingga akhirnya mencapai US$5.500 per troy ons pada akhir Januari.
Penguatan harga emas global juga berdampak pada pasar domestik. Kenaikan harga internasional mendorong penyesuaian harga emas fisik dan produk turunan emas di dalam negeri, seiring dengan pergerakan nilai tukar dan harga acuan global.
Dengan menembus level US$5.500 per troy ons, emas mencatatkan sejarah baru sebagai aset safe haven yang terus menguat di tengah ketidakpastian ekonomi dan keuangan global.