- • Amazon mulai mengirim pemberitahuan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sekitar 16.000 karyawan korporat pada Rabu pagi waktu setempat.
- • Karyawan terdampak tetap menerima gaji dan tunjangan penuh selama 90 hari serta paket pesangon dan dukungan transisi kerja.
- • Unit yang terkena pemangkasan mencakup Amazon Web Services (AWS) hingga lini bisnis ritel seperti Prime dan layanan pengiriman tahap akhir.
INFORMASI.COM, Jakarta - Amazon secara resmi mulai memberi tahu karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja sebagai bagian dari rencana pengurangan sekitar 16.000 posisi korporat. Informasi tersebut muncul dari pesan karyawan yang dibagikan kepada Business Insider dan menunjukkan bahwa pemberitahuan mulai dikirim pada Rabu (28/1/2026) pagi waktu AS.
Karyawan Amazon di Amerika Serikat, Inggris, dan India menerima email langsung dari Kepala Sumber Daya Manusia Amazon, Beth Galetti. Dalam email tersebut, perusahaan menjelaskan bahwa karyawan terdampak akan tetap memperoleh gaji penuh dan tunjangan selama 90 hari sejak pemberitahuan diterima.
Dalam email itu, Beth Galetti menyampaikan pesan pembuka yang menegaskan beratnya keputusan perusahaan.
“ Saya memiliki beberapa kabar penting, tetapi sulit, untuk dibagikan kepada Anda. Setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap organisasi kami, prioritas kami, dan hal-hal yang perlu kami fokuskan ke depan, kami telah membuat keputusan bisnis yang sulit untuk menghapus beberapa peran di seluruh Amazon. Sayangnya, peran Anda dihapus sebagai bagian dari perubahan ini, dan masa kerja Anda akan berakhir setelah periode pemberitahuan. ”
— Surat Amazon yang disampaikan Beth Galetti kepada para karyawan yang terkena PHK, dikutip dari Business Insider, Kamis (29/1/2026).
Skema Dukungan bagi Karyawan yang Terkena PHK
Amazon menjelaskan bahwa selama masa transisi, karyawan akan mendapatkan sejumlah dukungan yang telah ditetapkan perusahaan.
Dalam pemberitahuan tersebut, Amazon menyebutkan bahwa karyawan terdampak akan menerima:
- •Periode tidak bekerja dengan gaji penuh dan tunjangan tetap.
- •Penawaran paket pesangon dan manfaat transisi.
- •Dukungan penempatan kerja eksternal serta akses gratis selama 12 bulan ke AWS Skill Builder.
Amazon juga menegaskan bahwa sejak saat pemberitahuan diterima, karyawan tidak lagi diwajibkan menjalankan tugas atas nama perusahaan.
“ Mulai sekarang, Anda tidak lagi diwajibkan untuk melakukan pekerjaan atas nama Amazon dan akan terus menerima gaji penuh serta tunjangan Anda selama 90 hari ke depan. ”
— Isi surat Amazon yang disampaikan Beth Galetti.
Akses Sistem Internal dan Prosedur Transisi
Amazon menjelaskan bahwa selama masa transisi non-kerja, karyawan masih memiliki akses ke sistem internal tertentu melalui perangkat pribadi.
Perusahaan juga meminta karyawan memastikan akses ke sistem internal tetap tersedia serta alamat email pribadi telah diperbarui dalam sistem A to Z.
“ Selama periode transisi non-kerja Anda, Anda akan terus memiliki akses ke email internal, Chime, dan A to Z melalui perangkat pribadi, dan sarana komunikasi utama kami dengan Anda adalah melalui email. Harap simpan YubiKey Anda untuk mengakses email di laptop atau komputer pribadi. ”
— Amazon mengungkapkan.
Amazon menyebutkan bahwa karyawan akan menerima undangan terpisah untuk menjadwalkan percakapan dengan pimpinan tim atau perwakilan HR. Pertemuan tersebut bersifat opsional, namun dianjurkan.
Selain itu, perusahaan menginformasikan bahwa akses kartu identitas kantor telah dibatasi.
“ Harap dicatat bahwa akses lencana Anda telah dibatasi, sehingga jika Anda saat ini berada di kantor Amazon, tim Keamanan dapat membantu Anda untuk keluar dari gedung. ”
— Isi surat Amazon.
Dokumen resmi terkait pengumuman PHK akan dikirim melalui sistem Enterprise Document Management Amazon pada hari yang sama.
Unit AWS dan Bisnis Ritel Ikut Terdampak
Pesan internal Slack yang dilihat Business Insider menunjukkan bahwa PHK ini mencakup sejumlah tim strategis. Di unit Amazon Web Services, tim yang terdampak antara lain layanan cloud berbasis kecerdasan buatan Bedrock, layanan gudang data cloud Redshift, serta tim konsultasi ProServe.
Selain AWS, pemangkasan juga menyasar unit bisnis ritel, termasuk layanan langganan Prime dan tim Delivery Experience yang menangani pengiriman tahap akhir.
Gelombang PHK ini menjadi pemangkasan besar terbaru yang dilakukan Amazon sejak Oktober lalu, ketika perusahaan mengurangi sekitar 14.000 posisi. Secara global, Amazon mempekerjakan lebih dari 1,5 juta orang, namun tenaga kerja korporat hanya mencakup sekitar 350.000 karyawan dari total tersebut.
Hingga laporan ini disusun, Amazon tidak memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait pemangkasan terbaru ini.