Harga Emas Dunia Ambruk ke Level US$4.700 Ditekan Isu The Fed dan Penguatan Dolar AS

Harga Emas Dunia Ambruk ke Level US$4.700 Ditekan Isu The Fed dan Penguatan Dolar AS
Ilustrasi
Ikhtisar
  • Harga emas dunia anjlok tajam ke level US$4.806,40 per ons pada perdagangan Senin (2/2/2026), melanjutkan tren penurunan sejak akhir pekan lalu.
  • Koreksi ini terjadi setelah harga sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.500 per ons pekan lalu.
  • Ketidakpastian terhadap kebijakan politik Amerika Serikat, terutama rencana pencalonan Ketua Federal Reserve, menjadi pemicu utama penurunan harga emas.

INFORMASI.COM, Jakarta - Harga emas dunia terkoreksi sangat dalam pada perdagangan awal pekan ini. Pasar logam mulia mencatat salah satu pelemahan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.

Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), harga emas di pasar spot telah terjun bebas sebesar 9,11% dan ditutup pada level US$4.887,1 per troy ons. Pelemahan ini menghentikan reli delapan hari beruntun yang sebelumnya mendorong harga hingga melambung hampir 18%.

Dalam pergerakan intraday, koreksi bahkan sempat menyentuh lebih dari 12%. Penurunan berlanjut pada Senin (2/2/2026) pagi, di mana harga emas spot tercatat merosot 1,76% menjadi $4.806,40 per ons. Tingkat ini merupakan yang terendah sejak 21 Januari 2026.

Tertekan Isu Bank Sentral Amerika

Gejolak harga ini dipicu langsung oleh dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat. Berita utama yang membebani pasar adalah laporan mengenai rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk menominasikan kandidat yang dianggap lebih agresif, Kevin Warsh, sebagai pimpinan Federal Reserve, bank sentral AS.

Analis menilai pencalonan figur yang hawkish dapat mengubah arah kebijakan moneter AS dan menguatkan dolar, sehingga menekan harga emas. Selain itu, kebijakan perdagangan Trump yang tidak terduga telah menciptakan ketidakpastian global.

Kepala strategi investasi Hargreaves Lansdown, Emma Wall, menyatakan kebijakan perdagangan Trump telah membuat investor gelisah dan mendorong mereka mencari aset lindung nilai.

Sementara itu, Ekonom Capital Economics, Hamad Hussain, menambahkan bahwa emas semakin mendapat sorotan karena dipandang lebih aman dibandingkan aset lain di tengah risiko kebijakan fiskal dan luar negeri AS.

Harga Emas Domestiku pun Turun

Volatilitas di pasar global berdampak langsung pada harga emas di dalam negeri. Pada hari Sabtu (31/1/2026), harga jual emas batangan Antam telah anjlok Rp260.000 menjadi Rp2.860.000 per gram. Sementara itu, harga buyback (jual kembali) turun lebih dalam sebesar Rp285.000 ke level Rp2.654.000 per gram.

Harga emas diprediksi masih berpotensi naik didukung aksi bargain hunting dan eskalasi ketegangan geopolitik.

Namun, penguatan dolar AS yang berlanjut akan menjadi tekanan utama.

Analis memperkirakan harga emas berjangka AS akan bergerak dalam kisaran support $4.470-$4.195 dan resistance $5.250-$5.755.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.