- • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3% ke level 8.146,717 ditopang kinerja beberapa sektor khusus, meski mayoritas sektor justru ditutup melemah.
- • Sektor Barang Baku menjadi lokomotif dengan lonjakan 3,32%, sementara Sektor Barang Konsumen Non-Primer justru terkoreksi dalam 4,02%.
- • Volume perdagangan tetap tinggi mencapai 45,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 25,48 triliun, menunjukkan aktivitas yang padat di tengah sentimen campuran.
INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026.
IHSG mengakhiri sesi pada pukul 16.00 WIB di level 8.146,717, naik sebesar 24,12 poin atau setara 0,3% dari penutupan hari sebelumnya.
Pasar menunjukkan performa beragam. Penguatan indeks hanya di sedikit sektor, tidak di keseluruhan.
Pada akhir sesi, hanya lima dari sebelas sektor yang catatkan keuntungan. Sementara itu, enam sektor lainnya berada di zona merah dengan kedalaman koreksi yang beragam.
Sektor Barng Baku Gemilang
Penguatan IHSG terutama disokong oleh kinerja gemilang dari Sektor Barang Baku. Indeks sektor ini melonjak signifikan sebesar 3,32%, menjadi kontributor utama bagi kenaikan indeks gabungan. Sektor Keuangan juga memberikan dukungan positif dengan kenaikan 1,16%.
Dukungan tambahan datang dari sektor-sektor lain yang meski naik tipis, turut membantu IHSG bertahan di zona hijau. Sektor Perindustrian menguat 0,72%, diikuti oleh Sektor Transportasi dan Logistik yang naik 0,17%. Sektor Teknologi mencatat kenaikan paling kecil di antara penguat, yakni hanya 0,03%.
Sektor-Sektor yang Menekan Pasar
Di sisi lain, tekanan jual yang cukup berat muncul pada Sektor Barang Konsumen Non-Primer. Indeks sektor ini justru mengalami pelemahan terdalam dengan anjlok 4,02%. Sektor Infrastruktur juga menjadi beban pasar dengan penurunan sebesar 2,41%.
Beberapa sektor lainnya turut memperpanjang daftar pelemah. Sektor Barang Konsumen Primer terkoreksi 1,63%, Sektor Energi melemah 1,16%, dan Sektor Properti dan Real Estate turun 0,79%. Sektor Kesehatan menutup daftar dengan penurunan relatif kecil sebesar 0,33%.
Pergerakan Saham-Saham Unggulan
Aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia tetap aktif hari ini. Total volume transaksi mencapai 45,07 miliar saham yang berpindah tangan dengan nilai transaksi kumulatif senilai Rp 25,48 triliun. Secara keseluruhan, pergerakan saham individual cenderung negatif dengan 391 saham mengalami penurunan harga. Sebanyak 301 saham berhasil naik, dan 125 saham lainnya stagnan atau flat.
Pada kelompok saham unggulan LQ45, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi top gainer dengan keuntungan mengesankan 9,39%. Diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melonjak 8,73% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 7,58%.
Sebaliknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar top loser dengan penurunan 6,82%. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) anjlok 6,81%, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berkontribusi pada pelemahan sektor dengan turun 3,48%.
Perdagangan hari ini menggambarkan dinamika pasar yang didominasi oleh rotasi sektoral. Investor tampak mengambil keuntungan dari saham-saham yang sebelumnya menguat dan sekaligus mengakumulasi saham di sektor-sektor yang dianggap memiliki prospek mendasar.