Fitch Soroti Fiskal RI Boncos Gara-gara MBG, Airlangga: Investasi Jangka Panjang

Fitch Soroti Fiskal RI Boncos Gara-gara MBG, Airlangga: Investasi Jangka Panjang
Siswa siswi SD yang sedang menikmati makanan MBG di salah satu sekolah di Kota Batam, Kepri. (Foto: ANTARA/HO-SPPG Batam)
Ikhtisar
  • Menko Perekekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan SDM Indonesia.
  • Pernyataan ini muncul setelah Fitch Ratings menyoroti peningkatan belanja sosial yang berpotensi menekan ruang fiskal pemerintah.
  • Fitch menurunkan outlook ekonomi RI menjadi negatif, tapi tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di kategori layak investasi.

INFORMASI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga sebagai tanggapan atas sorotan lembaga pemeringkat global Fitch Ratings, yang menilai peningkatan belanja sosial, termasuk program MBG, berpotensi menambah tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah. Penilaian itu menjadi salah satu faktor yang mendorong revisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Airlangga menilai program makan bergizi bukan sekadar pengeluaran pemerintah, melainkan bentuk investasi untuk pembangunan jangka panjang.

"Jadi itu (MBG) adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu. Bahkan Amerika pun melakukan itu," kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian internasional menunjukkan program makan bergizi dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan dalam jangka panjang. Airlangga merujuk pada sejumlah studi yang dilakukan oleh World Bank dan Rockefeller Foundation.

Menurut kajian tersebut, setiap satu dolar investasi dalam program makan bergizi berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga tujuh dolar.

Airlangga menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

"Sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term," tuturnya.

Dalam laporannya, Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 2,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tekanan terhadap anggaran negara antara lain berasal dari peningkatan belanja pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB.

Meskipun outlook peringkat utang Indonesia diturunkan menjadi negatif, Fitch tetap mempertahankan rating Indonesia pada level BBB. Peringkat tersebut masih berada dalam kategori layak investasi dan mencerminkan penilaian bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia relatif terjaga dengan rasio utang pemerintah yang moderat.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.