25 Ribu Buruh Belum Terima THR Lebaran 2026, Partai Buruh Siapkan Aksi H-2 Idulfitri

25 Ribu Buruh Belum Terima THR Lebaran 2026, Partai Buruh Siapkan Aksi H-2 Idulfitri
Massa aksi saat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (22/9/2025). ANTARA/HO-KSPI
Ikhtisar
  • Said Iqbal, melaporkan lebih dari 25 ribu buruh belum menerima tunjangan hari raya (THR).
  • Laporan tersebut berasal dari pengaduan pekerja ke Posko Orange dan masih akan diverifikasi lebih lanjut oleh serikat pekerja.
  • KSPI dan Partai Buruh berencana menggelar aksi pada H-2 Lebaran untuk menuntut perusahaan segera membayar THR pekerja.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebut sekitar 25 ribu buruh dilaporkan belum menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Lebaran 2026.

Temuan tersebut disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers virtual pada Jumat (13/3/2026). Ia menjelaskan bahwa laporan berasal dari pengaduan pekerja di berbagai pabrik yang masuk ke Posko Orange milik Partai Buruh dan KSPI.

Menurutnya, jumlah tersebut masih merupakan data awal yang akan diverifikasi lebih lanjut.

"Dari laporan yang diterima oleh Posko Orange Partai Buruh dan KSPI, lebih dari 25 ribu buruh tidak menerima THR. Jadi ada 25 ribu buruh yang tidak menerima THR. Tentu kami akan verifikasi terhadap data ini, laporan dari bawah," katanya.

Sejumlah Perusahaan dalam Laporan Partai Buruh

Said Iqbal menyebut beberapa perusahaan yang dilaporkan belum membayarkan THR kepada pekerja. Salah satu kasus terjadi di PT Wiska di Bandung yang bahkan disebut belum membayar upah karyawan selama tiga bulan.

Selain itu, laporan juga menyebut PT Istana Baladewa di Bandung, PT Namasindo di Kabupaten Bandung Barat, serta PT Sinarup di Bogor.

Kasus lain yang disebut cukup besar terjadi di PT Ricky Sportindo di Bogor. Perusahaan yang dikenal sebagai produsen pakaian olahraga berorientasi ekspor itu dilaporkan melibatkan sekitar dua ribu pekerja yang belum menerima THR maupun upah.

"Dan yang paling besar ini, di Bogor juga, di Citrep, yaitu PT Ricky Sportindo. Ricky Sportindo itu ada dua ribuan itu. Ya, dua ribuan karyawan tidak dibayar THR, tidak dibayar upah," sebut Said Iqbal.

Menurutnya, kondisi tersebut sempat memicu aksi pekerja yang menguasai area pabrik karena tuntutan pembayaran hak mereka.

KSPI Soroti Modus Penghentian Produksi

Selain kasus di Bogor dan Bandung, Said Iqbal juga menyinggung situasi di PT Amos Indah Indonesia yang berada di kawasan KBN Cakung, Jakarta.

Ia menyebut perusahaan tersebut menggunakan pola yang menurutnya kerap terjadi menjelang hari raya, yaitu menghentikan produksi dan memutus hubungan kerja secara mendadak.

"Dan ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Modusnya sama. Amos Indah Indonesia, tiba-tiba produksi di-stop, hubungan kerja diputus. Di Amos Indah Indonesia di Cakung, nggak usah jauh-jauh. Ricky Sportindo juga begitu. Menjelang hari raya, dihentikan, diputus, disuruh dirumahkan dulu. Padahal kontrak kerjanya masih ada," jelas dia.

Rencana Aksi Buruh H-2 Lebaran

Menanggapi laporan tersebut, KSPI bersama Partai Buruh berencana menggelar aksi pada H-2 Lebaran. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk di kawasan pabrik dan kantor pemerintah.

Said Iqbal menyatakan aksi tersebut bertujuan menuntut perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran THR kepada pekerja.

"Kami akan melakukan aksi di lokasi-lokasi pabrik atau bisa juga aksi di Kemenaker, nanti H-2 untuk menuntut jangan retorika dan berbohong. Itu yang paling kita menyakitkan sekali. H-2, kita akan aksi dan memastikan perusahaan-perusahaan tersebut harus membayar THR," tutupnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.