Purbaya Laporkan Ekonomi Tetap Kuat, Inflasi 2,59 Persen, PMI Manufaktur 53,8

Purbaya Laporkan Ekonomi Tetap Kuat, Inflasi 2,59 Persen, PMI Manufaktur 53,8
urbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat usai kegiatan “Sarasehan 100 Ekonom Indonesia” di Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)
Ikhtisar
  • Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kondisi ekonomi nasional kepada Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.
  • Indikator produksi dan konsumsi menunjukkan tren positif, termasuk PMI manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari.
  • Pemerintah menilai inflasi masih terkendali dan optimistis ekonomi nasional mampu menghadapi ketidakpastian global.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan ekonomi nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dalam forum tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Sektor Manufaktur Dinilai Menguat

Purbaya menjelaskan bahwa sejumlah indikator dari sisi produksi menunjukkan kondisi ekonomi nasional yang kuat. Salah satu indikator yang disorot adalah Purchasing Managers Index (PMI) sektor manufaktur.

“Sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply, ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik. Kalau kita lihat dari purchasing managers index, di bulan Februari itu levelnya 53,8, tertinggi dalam berapa tahun terakhir. Jadi, betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur,” lapor Menkeu.

PMI di atas angka 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada pada fase ekspansi. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan peningkatan aktivitas produksi di sektor industri.

Inflasi Dinilai Masih Terkendali

Selain produksi, pemerintah juga menilai stabilitas harga tetap terjaga. Purbaya menjelaskan bahwa angka inflasi yang terlihat lebih tinggi secara nominal dipengaruhi faktor teknis terkait subsidi listrik pada periode sebelumnya.

“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari, Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak. Jadi, kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan ruang bagi perekonomian untuk terus berkembang tanpa tekanan inflasi yang berlebihan.

Daya Beli Masyarakat Membaik

Optimisme terhadap perekonomian nasional juga tercermin dari indikator aktivitas ekonomi lainnya, termasuk survei kepercayaan konsumen yang menunjukkan peningkatan.

“Keadaan umum lagi ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi memang daya beli masyarakat membaik dan yang sebelah kanan saya ulang lagi purchasing managers index itu sekarang 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, Pak. Jadi supply, demand semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari. Saya yakin kedepannya akan membaik terus,” katanya.

Purbaya menyebut indikator tersebut menunjukkan bahwa sisi produksi dan permintaan dalam perekonomian nasional sama-sama berada pada kondisi yang relatif sehat.

Pemerintah Waspadai Dinamika Global

Dalam paparannya, Purbaya juga mengakui bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih diwarnai volatilitas dan ketidakpastian yang memengaruhi banyak negara.

Meski demikian, ia menilai fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Pemerintah, menurutnya, terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan nasional di tengah dinamika global.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.