- • Data harga pangan 17 Maret 2026 menunjukkan kenaikan pada sejumlah komoditas utama seperti cabai, bawang, beras, hingga daging.
- • Cabai rawit merah tercatat sebagai komoditas dengan lonjakan tertinggi, naik 36,45 persen menjadi Rp112.500 per kilogram.
- • Bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan signifikan di atas 50 persen dibanding periode sebelumnya.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan strategis menunjukkan tren kenaikan pada pertengahan Maret 2026. Data harga rata-rata di pasar tradisional nasional per 17 Maret 2026 memperlihatkan kenaikan pada berbagai bahan pokok, mulai dari cabai, bawang, beras, hingga produk protein hewani.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Harga komoditas tersebut tercatat mencapai Rp112.500 per kilogram. Angka tersebut naik sekitar 36,45 persen atau bertambah sekitar Rp30.000 dibandingkan periode sebelumnya.
Selain cabai rawit merah, cabai merah besar juga mengalami kenaikan tajam. Harga komoditas ini tercatat Rp82.500 per kilogram, meningkat sekitar 85,81 persen atau naik sekitar Rp38.100. Sementara itu cabai merah keriting dijual pada kisaran Rp69.600 per kilogram setelah naik sekitar 58,18 persen atau bertambah sekitar Rp25.600.
Berbeda dengan dua jenis cabai tersebut, kenaikan harga cabai rawit hijau relatif lebih moderat. Komoditas ini tercatat berada di harga Rp55.650 per kilogram dengan kenaikan sekitar 2,49 persen atau bertambah Rp1.350.
Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur lainnya. Bawang merah ukuran sedang tercatat mencapai Rp66.450 per kilogram. Harga ini meningkat sekitar 53,11 persen atau naik sekitar Rp23.000.
Sementara itu bawang putih ukuran sedang tercatat berada pada kisaran Rp60.200 per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar 50,31 persen atau bertambah sekitar Rp20.100.
Di kelompok pangan pokok, harga beras di berbagai kualitas juga menunjukkan peningkatan. Beras kualitas bawah I tercatat Rp17.250 per kilogram setelah naik sekitar 19,38 persen atau bertambah Rp2.800. Beras kualitas bawah II berada pada harga Rp16.900 per kilogram dengan kenaikan sekitar 16,55 persen atau sekitar Rp2.400.
Pada kategori beras kualitas menengah, beras medium I dijual pada kisaran Rp18.550 per kilogram. Harga tersebut meningkat sekitar 16,3 persen atau naik sekitar Rp2.600. Beras medium II berada pada level Rp18.250 per kilogram dengan kenaikan sekitar 15,51 persen atau sekitar Rp2.450.
Sementara itu beras kualitas premium juga mencatat kenaikan. Beras kualitas super I berada pada harga Rp19.950 per kilogram setelah naik sekitar 15,99 persen atau bertambah sekitar Rp2.750. Beras kualitas super II tercatat Rp19.450 per kilogram dengan kenaikan sekitar 16,47 persen atau sekitar Rp2.750.
Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi juga mengalami kenaikan cukup besar. Daging sapi kualitas I tercatat Rp173.550 per kilogram setelah naik sekitar 19,4 persen atau bertambah sekitar Rp28.200. Daging sapi kualitas II berada pada harga Rp165.200 per kilogram dengan kenaikan sekitar 20,45 persen atau sekitar Rp28.000.
Harga daging ayam ras segar juga mengalami peningkatan. Komoditas tersebut tercatat Rp47.150 per kilogram setelah naik sekitar 13,61 persen atau bertambah sekitar Rp5.650. Telur ayam ras segar juga bergerak naik menjadi Rp37.350 per kilogram dengan kenaikan sekitar 14,05 persen atau bertambah sekitar Rp4.600.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas gula dan minyak goreng. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp24.400 per kilogram setelah naik sekitar 22,61 persen atau bertambah sekitar Rp4.500. Gula pasir lokal berada pada kisaran Rp19.900 per kilogram dengan kenaikan sekitar 6,99 persen atau sekitar Rp1.300.
Di sektor minyak goreng, minyak goreng curah tercatat Rp19.500 per kilogram setelah naik sekitar 2,09 persen atau sekitar Rp400. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual pada harga Rp27.000 per kilogram dengan kenaikan sekitar 18,94 persen atau bertambah sekitar Rp4.300.
Adapun minyak goreng kemasan bermerek II tercatat berada pada harga Rp24.550 per kilogram setelah naik sekitar 13,13 persen atau sekitar Rp2.850.
Data harga tersebut menunjukkan tekanan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional. Kenaikan paling tajam terlihat pada kelompok cabai dan bawang, sementara komoditas lain seperti beras, daging, serta gula juga mengalami peningkatan meski dengan besaran yang bervariasi.