Harga Plastik Naik Tinggi Selama Ramadan dan Idulfitri, Imbas Perang AS-Israel versus Iran, Kok Bisa?

Harga Plastik Naik Tinggi Selama Ramadan dan Idulfitri, Imbas Perang AS-Israel versus Iran, Kok Bisa?
Ilustrasi toko plastik
Ikhtisar
  • Harga plastik dan kemasan melonjak selama Ramadan dan Lebaran 1447 H akibat gangguan rantai pasok global.
  • Konflik di Timur Tengah dan isu penutupan Selat Hormuz menghambat distribusi bahan baku petrokimia.
  • Kenaikan biaya produksi berpotensi mendorong harga barang konsumsi di tingkat masyarakat.

INFORMASI.COM, Jakarta - Harga plastik dan kemasan di pasar domestik mengalami kenaikan signifikan selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atua Maret 2026. Lonjakan ini dipicu gangguan rantai pasok global yang berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku industri.

Kenaikan harga mulai dirasakan pelaku usaha kecil seperti UMKM dan pedagang kaki lima yang bergantung pada plastik sebagai kemasan utama produk mereka.

Di tingkat eceran, harga plastik polos yang sering digunakan untuk wadah makanan ringan seperti kerupuk, batagor, maupun es campur, sebelumnya berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Namun, kini harga plastik polos itu melonjak menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Dampak Konflik dan Selat Hormuz

Kenaikan harga tersebut berkaitan dengan situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi bahan baku petrokimia.

Isu penutupan Selat Hormuz turut memperburuk kondisi karena jalur tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dunia.

Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, menjelaskan bahwa persoalan utama berasal dari sektor hulu.

“Jadi sebenarnya bukan kenaikan harga, tapi pergantian harga. Karena dengan adanya konflik ini, suplai bahan baku dari hulu terhambat, baik minyak maupun nafta yang tidak bisa keluar dari Selat Hormuz,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Sebagai respons terhadap ketidakpastian pasokan, industri plastik mulai menerapkan strategi produksi on-off. Produksi dihentikan sementara saat utilisasi industri hulu berada di bawah 60 persen dan kembali berjalan ketika bahan baku tersedia.

“Strategi on-off ini kemungkinan akan digunakan dalam jangka menengah,” kata Fajar.

Dampak Global dan Tekanan Biaya

Kenaikan harga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan di berbagai negara lain. Industri makanan dan minuman di Thailand dilaporkan berada dalam kondisi waspada terhadap potensi lonjakan biaya kemasan.

Direktur Public Private Partnership for Sustainable Plastic and Waste Management, Veera Kwanloetchit, menyebut harga bahan baku plastik berbasis minyak bumi mengalami kenaikan signifikan.

Bahan seperti polyethylene, polypropylene, dan low density polyethylene tercatat meningkat sekitar 30 hingga 40 persen.

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi kemasan, termasuk untuk pembungkus makanan, botol minuman, hingga produk perawatan tubuh.

Potensi Kenaikan Harga Barang Konsumsi

Tekanan biaya di sektor hulu berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga produk akhir.

Veera menyebut skenario terburuk dapat terjadi apabila produsen tidak memperoleh bahan baku secara memadai.

Gangguan logistik global juga memicu lonjakan harga bahan baku dalam waktu singkat, dengan plastik naik dari 1.100 dolar AS per ton menjadi 1.400 dolar AS dan berpotensi menyentuh 1.600 dolar AS. Sementara itu, nafta naik dari 600 dolar AS menjadi 800 dolar AS dan mendekati 900 dolar AS.

Kondisi ini membuat produsen menahan penjualan dan memprioritaskan pemenuhan kontrak lama.

Pasar Global Terguncang

Di Amerika Serikat, produsen polyethylene meningkatkan pembelian bahan baku ethylene untuk memanfaatkan peluang ekspor di tengah ketatnya pasokan global.

Harga ethylene di kawasan Pantai Teluk AS pun mengalami kenaikan, dengan transaksi spot mencapai 30,25 sen per pon di pusat perdagangan Mont Belvieu, Texas.

Gangguan ekspor dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz mempersempit ketersediaan global dan memicu gejolak di pasar plastik dunia.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.