Pemerintah Kaji Pengurangan Jatah MBG Sehari, Bisa Hemat Rp40 Triliun

Pemerintah Kaji Pengurangan Jatah MBG Sehari, Bisa Hemat Rp40 Triliun
Sejumlah petugas SPPG menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tunggala Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/9/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/rwa.
Ikhtisar
  • Pemerintah mengkaji efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi frekuensi distribusi satu hari per minggu.
  • Skema baru berpotensi menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun.
  • Total anggaran MBG 2026 mencapai Rp335 triliun dengan porsi terbesar untuk pembelian makanan.

INFORMASI.COM, Jakarta -  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya opsi efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah disiapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu skenario yang dikaji adalah pengurangan frekuensi penyaluran dari enam kali menjadi lima kali dalam sepekan atau dikurangi satu hari.

Purbaya menyampaikan bahwa langkah tersebut berpotensi menghasilkan penghematan anggaran dalam jumlah signifikan.

“Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia (BGN) bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa perhitungan tersebut masih bersifat awal dan berasal dari internal BGN. Pemerintah belum merinci skema teknis penghematan karena akan diumumkan langsung oleh pimpinan lembaga terkait.

“Dengan itu saja, bantalan kita masih cukup,” ujarnya.

Purbaya menambahkan bahwa rencana efisiensi ini belum mencakup potensi penghematan lain yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Selain program MBG, efisiensi juga akan diterapkan secara merata di kementerian dan lembaga.

“Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri,” kata dia.

Dalam struktur anggaran, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp335 triliun untuk program MBG sepanjang tahun 2026. Nilai tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp51,5 triliun.

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang APBN 2026, sebesar Rp255,5 triliun dialokasikan khusus untuk pemenuhan gizi nasional atau pembelian makanan bergizi. Porsi ini setara dengan sekitar 76 persen dari total anggaran program MBG.

Pemerintah menilai langkah efisiensi ini tetap memungkinkan tanpa mengganggu tujuan utama program, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui distribusi makanan bergizi secara luas.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.