Seminggu usai Idulfitri, Harga Pangan Masih Dominan Naik, Sebagian Mulai Turun

Seminggu usai Idulfitri, Harga Pangan Masih Dominan Naik, Sebagian Mulai Turun
Foto: Antara
Ikhtisar
  • Sepekan setelah Idulfitri 1447 H, harga beberapa bahan pangan mulai melandai.
  • Harga bahan pangan yang turun di antaranya pada kelompok cabai, daging sapi, dan telur ayam ras.
  • Namun, mayoritas komoditas pokok masih menunjukkan kenaikan, termasuk bawang, beras, gula, daging ayam, dan minyak goreng.

INFORMASI.COM, Jakarta - Harga pangan di pasar tradisional belum sepenuhnya kembali normal meski masa Lebaran 2026 telah berlalu sekitar sepekan. Data harga per 27 Maret 2026 yang dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan sebagian komoditas memang mulai mengalami penurunan, tetapi secara umum pergerakan pasar masih didominasi kenaikan pada kebutuhan pokok rumah tangga.

Pola itu terlihat dari sebaran harga harian yang masih menempatkan bahan-bahan utama seperti bawang merah, bawang putih, beras, gula, daging ayam, hingga minyak goreng dalam tren naik. Di sisi lain, koreksi harga baru tampak lebih jelas pada beberapa komoditas yang selama periode Lebaran cenderung bergejolak, terutama kelompok cabai.

Komoditas yang paling menonjol dalam koreksi pasca-Lebaran adalah cabai rawit merah. Harganya tercatat di level Rp 83.600 per kilogram, turun 10,49 persen atau sekitar Rp 9.800. Meski turun cukup dalam, harga cabai rawit merah tetap menjadi yang tertinggi di antara komoditas lain dalam daftar, sehingga tekanan belanja rumah tangga belum benar-benar mereda.

Penurunan juga terjadi pada cabai merah keriting yang berada di level Rp 49.300 per kilogram setelah turun 12,51 persen atau Rp 7.050. Cabai merah besar ikut melemah ke angka Rp 51.250 per kilogram, turun 8,81 persen atau Rp 4.950. Tren ini menunjukkan bahwa pasokan komoditas hortikultura mulai bergerak lebih longgar setelah lonjakan permintaan selama momentum hari raya.

Namun, pelemahan itu belum cukup untuk mengubah arah pasar secara keseluruhan. Harga bawang merah ukuran sedang justru naik ke Rp 46.000 per kilogram setelah bertambah 2,91 persen atau Rp 1.300. Bawang putih ukuran sedang juga bergerak naik menjadi Rp 40.300 per kilogram, atau bertambah 0,25 persen.

Kelompok beras pun masih menunjukkan kenaikan yang merata, walau dalam skala tipis. Beras kualitas bawah I naik ke Rp 14.600 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II mencapai Rp 14.500 per kilogram.

Di kelas menengah dan premium, beras medium II, beras super I, dan beras super II juga ikut naik, sementara beras medium I tercatat stabil di Rp 16.000 per kilogram. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa bahan pokok paling dasar masyarakat belum sepenuhnya mengalami koreksi harga setelah puncak konsumsi Lebaran.

Pada kelompok protein hewani, arah harga terlihat terbelah. Daging ayam ras segar masih naik ke level Rp 43.600 per kilogram, menandakan permintaan belum sepenuhnya surut atau distribusi belum benar-benar longgar. Sebaliknya, daging sapi kualitas 1 turun menjadi Rp 148.550 per kilogram, dan daging sapi kualitas 2 melemah ke Rp 140.600 per kilogram. Penurunan ini mengindikasikan bahwa tekanan harga pada daging sapi mulai berkurang setelah fase konsumsi puncak saat hari raya.

Koreksi harga juga terlihat pada telur ayam ras segar yang turun tipis menjadi Rp 33.450 per kilogram. Walau penurunannya tidak besar, pergerakan ini tetap penting karena telur merupakan salah satu komoditas yang paling cepat mencerminkan perubahan permintaan rumah tangga setelah periode konsumsi tinggi.

Harga Pangan yang Naik

Sementara itu, kelompok kebutuhan dapur lain justru masih bergerak ke atas. Gula pasir kualitas premium naik ke Rp 20.100 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal mencapai Rp 18.850 per kilogram. Harga minyak goreng juga belum menunjukkan pelonggaran berarti. Minyak goreng curah tercatat Rp 19.850 per kilogram, diikuti minyak goreng kemasan bermerek 1 sebesar Rp 22.950 per kilogram dan bermerek 2 sebesar Rp 22.000 per kilogram.

Bila ditarik sebagai gambaran umum, data ini menunjukkan bahwa pasar mulai memasuki fase transisi pasca-Lebaran, tetapi proses normalisasi harga belum berlangsung merata. Komoditas yang biasanya sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan, seperti cabai, mulai terkoreksi. Namun, barang kebutuhan pokok yang menjadi basis konsumsi harian masyarakat justru masih menahan harga di level tinggi atau terus bergerak naik.

Dengan kata lain, sepekan setelah Lebaran, tekanan harga memang mulai surut di beberapa titik, tetapi beban belanja rumah tangga belum benar-benar ringan. Selama mayoritas komoditas utama masih bertahan dalam tren naik, pasar pangan belum bisa disebut sepenuhnya pulih ke pola normal pasca-hari raya.

Daftar Komoditas yang Turun

  • Cabai Rawit Merah: Rp 83.600/kg (turun 10,49%).
  • Cabai Merah Keriting: Rp 49.300/kg (turun 12,51%).
  • Cabai Merah Besar: Rp 51.250/kg (turun 8,81%).
  • Daging Sapi Kualitas 1: Rp 148.550/kg (turun 1,43%).
  • Daging Sapi Kualitas 2: Rp 140.600/kg (turun 1,13%).
  • Telur Ayam Ras Segar: Rp 33.450/kg (turun 0,59%).

Daftar Komoditas yang Masih Naik

  • Bawang Merah Ukuran Sedang: Rp 46.000/kg.
  • Bawang Putih Ukuran Sedang: Rp 40.300/kg.
  • Beras Kualitas Bawah I: Rp 14.600/kg.
  • Beras Kualitas Bawah II: Rp 14.500/kg.
  • Beras Kualitas Medium II: Rp 15.900/kg.
  • Beras Kualitas Super I: Rp 17.250/kg.
  • Beras Kualitas Super II: Rp 16.800/kg.
  • Cabai Rawit Hijau: Rp 59.150/kg.
  • Daging Ayam Ras Segar: Rp 43.600/kg.
  • Gula Pasir Kualitas Premium: Rp 20.100/kg.
  • Gula Pasir Lokal: Rp 18.850/kg.
  • Minyak Goreng Curah: Rp 19.850/kg.
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Rp 22.950/kg.
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Rp 22.000/kg.
BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.