- • Sejumlah harga komoditas pangan masih naik pada 2 April 2026, berdasarkan data laporan PIHPS.
- • Kenaikan menonjol terjadi pada minyak goreng, gula, beras, bawang, beras, dan cabai rawit merah.
- • Harga minyak goreng curah di rata-rata pasar tradisional naik menjadi Rp20.800 per kg, kemasan bermerek 1 mencapai Rp23.400 per kg.
INFORMASI.COM, Jakarta - Harga sejumlah bahan pangan kembali bergerak naik pada Rabu, 2 April 2026, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Tekanan harga paling terlihat pada kelompok minyak goreng, cabai, gula, beras, dan bawang.
Di pasar tradisional, kenaikan itu muncul di tengah pergerakan harga harian yang masih belum stabil, terutama pada komoditas kebutuhan dapur yang paling sering dikonsumsi rumah tangga.
Dari data panel harga yang terlihat pada bahan yang Anda lampirkan, minyak goreng curah tercatat berada di level Rp 20.800 per kg. Angka itu naik 5,32 persen atau sekitar Rp 1.050 dibandingkan periode pembanding harian.
Kenaikan itu menjadikan minyak goreng curah sebagai salah satu komoditas penting yang patut dicermati, bukan hanya karena harganya naik, tetapi juga karena barang ini menyentuh konsumsi harian rumah tangga, pedagang gorengan, warung makan, hingga usaha mikro makanan.
Tidak hanya minyak goreng curah, tekanan harga juga terlihat pada kelompok minyak goreng kemasan. Minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat di level Rp 23.400 per kg, naik 1,96 persen atau sekitar Rp 450. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 2 berada di posisi Rp 22.450 per kg, naik 2,28 persen atau sekitar Rp 500.
Dengan pola itu, kenaikan harga minyak goreng tampak terjadi hampir merata di berbagai segmen, mulai dari produk curah hingga produk kemasan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis distribusi atau satu lapis pasar saja.
Jika ditarik lebih jauh, minyak goreng curah juga menunjukkan perbedaan harga yang cukup lebar antardaerah. Pada panel histogram per provinsi, harga terendah terlihat berada di kisaran Rp 20.450 per kg di Lampung, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 23.100 per kg di Jawa Barat.
Di atas kelompok harga Rp 22.000 per kg, beberapa daerah yang terlihat menempati posisi atas antara lain Jawa Timur, Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua. Sementara itu, daerah seperti Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Tengah masih berada di kisaran Rp 20.500-Rp 20.850 per kg.
Artinya, meski secara nasional harga rata-rata minyak goreng curah berada di level Rp 20.800 per kg, beban yang dirasakan konsumen di lapangan tidak sepenuhnya sama. Warga di sebagian wilayah masih membeli pada harga yang relatif lebih rendah, tetapi sebagian lain sudah menghadapi level harga yang lebih berat.
Kenaikan harga pangan pada hari itu juga tidak berhenti pada minyak goreng. Bawang merah ukuran sedang tercatat naik menjadi Rp 49.900 per kg, atau meningkat 8,71 persen. Bawang putih ukuran sedang juga naik ke Rp 41.650 per kg, dengan kenaikan 3,22 persen.
Dari kelompok beras, tren pergerakannya cenderung campuran. Beras kualitas bawah I naik ke Rp 15.000 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II naik ke Rp 14.750 per kg. Namun, beberapa jenis beras lain justru bergerak turun, termasuk beras kualitas medium I, medium II, super I, dan super II.
Tekanan paling mencolok justru datang dari kelompok cabai. Cabai rawit merah melonjak ke Rp 91.700 per kg, atau naik 5,46 persen. Harga itu menjadikannya komoditas paling mahal di antara daftar bahan pangan yang tampil pada panel data.
Sementara itu, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau justru tercatat turun. Pola ini menunjukkan bahwa lonjakan harga tidak terjadi merata di semua jenis cabai, melainkan lebih tajam pada jenis yang pasokannya kemungkinan lebih ketat atau permintaannya sedang tinggi.
Kelompok protein hewani dan gula juga menunjukkan tekanan. Daging sapi kualitas 1 naik menjadi Rp 150.600 per kg, sedangkan daging sapi kualitas 2 naik ke Rp 143.000 per kg. Di sisi lain, gula pasir kualitas premium naik ke Rp 20.550 per kg, dan gula pasir lokal naik ke Rp 19.250 per kg.
Pada saat yang sama, tidak semua bahan bergerak naik. Daging ayam ras segar tercatat turun ke Rp 39.800 per kg, begitu juga telur ayam ras segar yang relatif stabil di Rp 33.650 per kg dengan kenaikan yang sangat tipis. Penurunan juga terlihat pada beberapa jenis beras dan cabai.
Namun, dari sudut pandang rumah tangga maupun pelaku usaha kecil, kenaikan harga minyak goreng tetap menjadi salah satu sinyal paling penting. Alasannya sederhana: minyak goreng adalah komoditas yang pemakaiannya berlangsung setiap hari, dan kenaikan kecil sekalipun cepat terasa dalam pengeluaran belanja.
Bagi konsumen rumah tangga, kenaikan minyak goreng akan langsung menambah biaya dapur. Bagi pedagang gorengan, warteg, penjual lauk matang, hingga usaha kecil makanan ringan, perubahan harga ini juga berpotensi menekan margin jika tidak diikuti penyesuaian harga jual.