- • Dua pekan setelah Idulfitri 1447 H, sejumlah harga bahan pokok di Jakarta masih tercatat tinggi bahkan mengalami kenaikan.
- • Minyak goreng curah tembus Rp21.125 per kg, naik Rp471 dibanding Senin, minyak goreng kemasan premium juga naik Rp125 menjadi Rp21.000 per liter.
- • Gas Elpiji 3 kg naik Rp533 menjadi Rp21.000 per tabung. Harga beras IR. IV juga naik menjadi Rp17.500 per kg.
INFORMASI.COM, Jakarta – Harga sejumlah bahan pokok di ibu kota kembali mencatatkan kenaikan pada hari ini, Selasa (7/4/2026), dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya. Dari data platform Info Pangan Jakarta milik PD Pasar Jaya, sejumlah harga komoditas masih terbilang tinggi, bahkan mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya.
Minyak goreng jenis curah (kuning) menjadi salah satu yang mengalami kenaikan, diikuti oleh gas elpiji 3 kg yang perlahan terus merangkak naik, dan beras premium.
Berdasarkan catatan yang dikumpulkan dari sejumlah pasar di Jakarta, harga minyak goreng curah kini dibanderol Rp21.125 per kilogram. Angka ini melonjak Rp471 dari harga pada Senin (6/4/2026).
Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak goreng kemasan premium, yang harganya naik Rp125 menjadi Rp21.000 per kilogram. Dengan dua varian minyak goreng yang kompak menguat, masyarakat pun kembali harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
Tak hanya minyak goreng, gas elpiji ukuran 3 kg juga ikut menanjak. Harga rata-rata tabung melonjak Rp533, sehingga kini dijual seharga Rp21.000 per tabung. Kenaikan ini terjadi di tengah masih terbatasnya distribusi gas bersubsidi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, dari kelompok beras, hampir seluruh varian mencatatkan kenaikan. Beras IR. IV (IR 64) menjadi yang tertinggi lonjakannya, yaitu naik Rp1.196 menjadi Rp17.500 per kg. Beras setra I atau premium ikut terdongkrak Rp1.107 ke level Rp17.667 per kg. Hanya beras IR. I, II, dan III yang mengalami kenaikan lebih kecil, namun tetap signifikan.
Namun, tidak semua komoditas ikut melambung. Beberapa bahan justru terpantau turun drastis. Cabai merah keriting misalnya, ambrol Rp8.470 menjadi Rp40.625 per kg. Cabai merah besar (TW) juga turun Rp5.917 menjadi Rp48.750 per kg. Penurunan ini memberikan sedikit keringanan bagi para pedagang dan pembeli, meskipun harga cabai rawit merah justru masih naik Rp1.191 menjadi Rp87.500 per kg.
Data terpisah juga menunjukkan bahwa daging sapi has (paha belakang) melonjak Rp5.250 menjadi Rp152.500 per kg. Sebaliknya, daging sapi murni untuk semur justru turun tipis Rp2.024. Ayam broiler per ekornya ambles cukup dalam, turun Rp5.391 menjadi Rp40.000 per ekor.
Adapun telur ayam ras, gula pasir, dan susu kental manis mencatatkan kenaikan kecil. Telur ayam ras naik Rp169 menjadi Rp31.250 per kg, gula pasir naik Rp350 menjadi Rp18.750 per kg, dan susu kental Enak 200 gram naik Rp100 menjadi Rp12.000 per kaleng.
Sebaliknya, penurunan tajam juga dialami daging babi berlemak, yang merosot Rp13.583 menjadi Rp100.000 per kg. Ikan bandeng dan ikan mas juga turun masing-masing Rp4.714 dan Rp2.520.
Dengan dinamika harga yang fluktuatif setiap hari, warga Jakarta diharapkan lebih cermat dalam berbelanja, terutama untuk komoditas yang terus menunjukkan tren kenaikan seperti minyak goreng dan gas elpiji. Pemerintah provinsi pun diharapkan segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga jelang bulan-bulan mendatang.